Selasa, 28 April 2026

Kesehatan

Apa Itu Kateter Urine? Ini Kegunaan, Jenis, dan Prosedur Pemasangannya

Kateter urine merupakan tabung fleksibel untuk mengalirkan urine dari kandung kemih dan mengarah ke kantong drainase.

Editor: IKL
hellosehat.com
Kateter Urine - Seorang dokter mungkin akan merekomendasikan kateter untuk seseorang yang mengalami kesulitan saat buang air kecil. Berikut penjelasan mengenai apa itu kateter urine, lengkap beserta kegunaan, jenis, dan prosedur pemasangannya. 

PROHABA.CO - Berikut ini penjelasan mengenai apa itu kateter urine, lengkap beserta kegunaan, jenis, dan prosedur pemasangannya.

Kateter urine merupakan tabung fleksibel untuk mengalirkan urine dari kandung kemih dan mengarah ke kantong drainase.

Kateter umumnya diperlukan ketika seseorang tidak dapat mengosongkan kandung kemihnya.

Jika kandung kemih tidak dikosongkan, urine dapat menumpuk dan menyebabkan tekanan pada ginjal.

Tekanan tersebut dapat menyebabkan gagal ginjal, yang bisa berbahaya dan mengakibatkan kerusakan permanen pada ginjal.

Dikutip dari News Medical, kateter telah digunakan oleh manusia sejak zaman kuno.

Baca juga: 72 Serangan Menyasar Fasilitas Kesehatan di Ukraina,Begini Tanggapan WHO

Baca juga: HARTA Kekayaan Eks Menteri Kesehatan yang Dipecat dari IDI, Capai Rp 91M

Orang Suriah kuno membuat kateter dari buluh, sementara orang Yunani kuno menggunakan tabung logam berlubang yang dimasukkan melalui uretra ke dalam kandung kemih untuk mengosongkannya.

Dalam pengobatan modern, penggunaan kateter pertama kali dijelaskan oleh Dr. NB Sornborger yang mematenkan jarum suntik dan kateter pada tahun 1868.

Mengapa kateter perlu digunakan?

Seorang dokter mungkin akan merekomendasikan kateter untuk seseorang yang mengalami kesulitan saat buang air kecil.

Berikut beberapa alasan seseorang membutuhkan kateter, dikutip dari Medicalnewstoday:

- Terjadi penyumbatan di uretra, yang merupakan saluran yang membawa urin keluar dari kandung kemih

- Cedera uretra

- Prostat yang membesar pada pria

- Cacat lahir yang mempengaruhi saluran kemih

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved