Selasa, 21 April 2026

Berita Kriminal

Modus Pura-Pura Tanya Alamat, Sepmor yang Dikenderai Bocah Dibegal

Dua orang anak di bawah umur asal di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi korban begal oleh orang tidak dikenal. Modus pelaku berpura-pura ...

Editor: Muliadi Gani
TRIBUN JABAR
Ilustrasi Begal - Modus Tanya Alamat, Sepmor yang Dikenderai Bocah Dibegal 

PROHABA.CO, TUBAN - Dua orang anak di bawah umur asal di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi korban begal oleh orang tidak dikenal.

Modus pelaku berpura-pura menanyakan alamat.

Dua korban yang menjadi korban yakni Juni Prasetyo (12) dan M Syafiq (13), warga asal Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kedua bocah tersebut kehilangan sepeda motor Honda Vario dan handphone setelah dirampas dan dibawa kabur oleh para pembegal.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jenu, AKP Gunawan Wibisono mengatakan, peristiwa terjadi di jalan kawasan industri Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Tanjung Awar-Awar, Kecamatan Jenu, Tuban, Selasa (28/6) sekitar pukul 19.00 WIB.

Mulanya korban Juni Prasetyo berboncengan dengan M Syafiq menggunakan sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi S 6379 IQ.

Baca juga: 6 Orang Pelaku Begal Sadis Dibekuk Polisi, 3 Orang Buron

Baca juga: Begal Aniaya dan Telanjangi Korban di Perkebunan Sawit

Mereka melintas di jalan kawasan PLTU Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban.

"Di tengah jalan di kawasan PLTU tersebut, kedua korban berhenti untuk menikmati malam di sekitar kawasan industri," kata AKP Gunawan Wibisono, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (30/6).

Kedua korban itu kemudian dihampiri oleh dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor warna merah hitam tanpa dilengkapi pelat nomor kendaraan.

"Dua orang pelaku begal itu mengajak ngobrol kedua korban sambil berpura-pura menanyakan alamat seseorang," terangnya.

Setelah itu, salah satu pelaku meminta tolong kepada korban M Syafiq untuk menunjukkan alamat rumah warga yang dicarinya.

Sementara, korban Juni Prasetyo ditinggal di lokasi bersama satu orang pelaku lainnya, menunggu temannya yang sedang mencari alamat.

Baca juga: Bocah SD Diduga Dirudapaksa 4 Pelaku, Rp 2,5 Juta untuk Damai, Ibu-Ibu Demo Minta Keadilan

Tidak lama kemudian, pelaku pertama yang mencari alamat itu menurunkan korban M Syafiq di tengah perjalanan dan kembali sendirian ke tempat korban Juni Prasetyo berhenti menunggu bersama pelaku kedua.

Pada saat itu, para pelaku membujuk dan mengajak korban Juni Prasetyo untuk menunjukkan alamat rumah orang lain yang berbeda lagi.

Selanjutnya, pelaku membonceng korban Juni Prasetyo memacu kendaraannya menuju arah timur sambil diiringi dari belakang oleh pelaku satunya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved