Kriminal

Uang Terpakai untuk Judi Online, Sopir Perusahaan di Aceh Besar Ini Berusaha Bunuh Diri

Judi memberikan kesenangan sesaat bagi pemainnya, tapi percayalah judi itu membawa kehancuran serta malapetaka bagi kebanyakan orang

Editor: Misran Asri
SERAMBINEWS.COM
FM yang merupakan salah satu karyawan PT Global Mitra Prima, cabang Aceh yang berada di Lampeuneurut, Aceh Besar melakukan upaya bunuh diri dengan menggunakan sebilah pisau. 

Judi memberikan kesenangan sesaat bagi pemainnya, tapi percayalah judi itu membawa kehancuran serta malapetaka bagi kebanyakan orang yang sudah bergelut dengan 'aktivitas haram' tersebut.

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Judi memberikan kesenangan sesaat bagi pemainnya, tapi percayalah judi itu membawa kehancuran serta malapetaka bagi kebanyakan orang yang sudah bergelut dengan 'aktivitas haram' tersebut.

Gambaran itulah yang dihadapi FM (35) warga Banda Aceh dan tercatat sebagai karyawan PT Global Mitra Prima, Cabang Aceh berkantor di Lampeuneurut Gampong, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Pasalnya, uang perusahaan sebesar Rp 25 juta digunakan untuk bermain judi online.

Lantas karyawan PT Global Mitra Prima yang bertugas sebagai sopir ini tak akan mampu bila diminta pertanggungjawabannya, apalagi sampai disuruh bayar dalam waktu dekat.

Baca juga: Polres Agara Amankan 16 tersangka Judi Chip Higgs Domino, dan Togel, Ini Penegasan Kasat Reskrim

Bahkan hal lainnya juga sempat terbayang pada FM, sampai kepada dia akan diproses hukum, karena dianggap menggelapkan uang perusahaan.

Dari pikiran yang berkecamuk ditambah rasa frustasi, di sanalah FM berusaha mengakhiri hidupnya dengan menikam sebilah pisau ke bagian perutnya secara bertubi-tubi, hingga mencapai lima kali tikaman.

Mirisnya lagi, usaha bunuh diri itu dia coba lakukan di depan pimpinannya yang mempertanyakan kemana uang Rp 25 juta yang disetorkan oleh Toko Timbang Rasa di Kota Bakti Sigli.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK, melalui Kapolsek Darul Imarah, Ipda Jumadil Firdaus, SPsi, MH, mengatakan, kasus percobaan bunuh diri itu dilakukan oleh FM didepan pimpinannya di PT Global Mitra Prima.

Baca juga: Tim Gabungan Bekuk 9 Pemain Judi Online, Dari 15 Titik di Meulaboh

"Kasus percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh FM di hadapan pimpinan perusahaan dengan menusukkan pisau ke bagian perutnya sebanyak lima kali," ucap Kapolsek Darul Imarah.

Ipda Jumadil menjelaskan, sebelum kejadian, FM dipanggil oleh pimpinan perusahaan, Erlina (43), untuk menanyakan uang yang sudah disetor oleh Toko Timbang Rasa Kota Bakti Sigli sebesar Rp 33 juta.

“Sebelum kejadian itu, FM dipanggil oleh Erlina untuk menanyakan keberadaan uang sebesar Rp 33 juta yang telah disetorkan oleh pelanggan di Kota Sigli.

Karena, yang baru diterima oleh perusahaan hanya Rp 8 juta. Lalu, sisanya Rp 25 juta belum diserahkan ke bendahara PT Global Mitra Prima oleh saudara FM,” sebut mantan Kasat Binmas Polres Simeulue ini.

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Tersangka Pelaku Judi Game Online, Uang dan Handphone Disita

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved