Mahkamah Syariah Blangpidie Vonis Bebas Terdakwa Pemerkosa Anak, Keluarga Meradang

Putusan Mahkamah Syari'yah (MS) Blangpidie memvonis bebas RA (14), terdakwa kasus pemerkosa anak di bawah umur, Senin (25/7/2022).

Editor: Misran Asri
Net vis prohaba.co
Ilustrasi - Putusan bebas terhadap terdakwa pemerkosaan RA (14) oleh Majelis Hakim Mahkamah Syari'yah (MS) Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (25/7/2022) menjadi isu hangat di kalangan masyarakat Kabupaten Abdya. 

Putusan Mahkamah Syari'yah (MS) Blangpidie memvonis bebas RA (14), terdakwa kasus pemerkosa anak di bawah umur, Senin (25/7/2022).

Laporan Taufik Zass | Aceh Barat Daya

PROHABA,BLANGPIDIE - Putusan Mahkamah Syari'yah (MS) Blangpidie memvonis bebas RA (14), terdakwa kasus pemerkosa anak di bawah umur, Senin (25/7/2022).

Putusan bebas yang diambil MS Blangpidie itu pun menjadi isu hangat di kalangan masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam beberapa hari terakhir.

Bahkan kasus vonis bebas terdakwa rudapaksa ini juga menjadi atensi dari para pihak di provinsi.

Pasalnya, terdakwa RA (14), yang masih satu kampung dengan korban (8), dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya 60 bulan penjara.

Namun, oleh Majelis Hakim Mahkamah Syar'iyah Blangpidie, dalam sidang putusan perkara jinayah itu memutuskan bebas terdakwa dari tuntutan JPU.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Abdya, M Iqbal SH, sebagaimana dilansir antaranews.com, membenarkan informasi tersebut.

Iqbal menyampaikan, terdakwa pemerkosa dalam perkara ini juga masih di bawah umur, yakni sekitar 14 tahun.

Baca juga: Ayah Bejat Tega Rudakpaksa Anak Kandungnya, Dilakukan Saat Istri Pergi ke Kebun, Korban Diancam

Sedangkan korban berumur tujuh tahun saat peristiwa terjadi 2021 lalu.

Dalam tuntutannya, kata Iqbal, JPU menuntut 60 bulan penjara di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Banda Aceh. Namun, Majelis Hakim MS lantas kemudian memvonis bebas.

"Dalam amar putusannya, hakim menyatakan bahwa terdakwa anak itu tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemerkosaan sebagaimana tuntutan dari penuntut umum," ungkap Iqbal.

Kemudian, lanjut Iqbal, dalam amar putusan tersebut, Majelis Hakim membebaskan terdakwa anak, dan memulihkan hak-hak anak itu.

Terkait dengan putusan bebas tersebut, lanjut Iqbal, pihaknya segera menempuh upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved