Kasus

Irjen Napoleon Bonaparte Dituntut 1 Tahun Penjara

Terdakwa kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias M Kece, Irjen Napoleon Bonaparte, dituntut 1 tahun penjara. Jaksa penuntut umum (JPU) ...

Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Irjen Napoleon Bonaparte saat menjalani sidang tuntutan penganiayaan M Kece di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022). 

PROHABA.CO, JAKARTA - Terdakwa kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias M Kece, Irjen Napoleon Bonaparte, dituntut 1 tahun penjara.

Jaksa penuntut umum (JPU) meyakini Napoleon Bonaparte bersalah, baik bertindak sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, dengan sengaja menghancurkan barang atau kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun,” ujar jaksa Andi Jaya Aryandi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/8).

Jaksa Penuntut Umum meyakini Napoleon melanggar Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Adapun Napoleon didakwa menganiaya M Kece di Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Bahkan, Napoleon juga melumuri M Kece dengan kotoran manusia yang diakui sebagai miliknya sendiri.

Baca juga: Napoleon Jadi Terpidana, Statusnya sebagai Perwira Polri Dipertanyakan

Baca juga: LPSK Simpulkan Istri Ferdy Sambo Tak Butuh Perlindungan

Baca juga: Fuji Minta Maaf setelah Sebut Rafael Adwel Najis saat Sesi Wawancara.

Sementara itu, di surat dakwaan, disebutkan Napoleon melakukan aksinya bersamasama dengan Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko alias Choky alias Pak RT.

Pada sidang sebelumnya, Irjen Napoleon mengakui perlakuannya terhadap M Kece dengan melumuri kotoran manusia salah.

Hal itu disampaikan Napoleon di hadapan majelis hakim dalam persidangan dengan agenda pemeriksannya sebagai terdakwa dalam persidangan yang digelar Kamis (28/7).

“Iya bersalah,” kata Napoleon.

Kendati demikian, pengakuan rasa bersalah itu disampaikan Napoleon itu dalam konteks perbuatan yang telah dilakukan.

Ia menilai, Kece telah secara terang-terangan menistakan agama melalui konten video yang pernah dibuat.

“Sebagai manusia saya menyadari bahwa itu sebenarnya tidak perlu saya lakukan.

Tetapi saya lakukan juga, saya sudah sebutkan segala alasannya,” papar Napoleon. (kompas.com)

 

Baca juga: Eksepsi Irjen Napoleon Bantah Mengeroyok Muhammad Kece

Baca juga: Divonis Mati dalam Kasus 210 Kg Sabu, Tiga Terdakwa Nyatakan Banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Baca juga: Banding Ditolak, Oknum Polisi AKBP M Resmi Dipecat, Ini Kasus yang Melibatkannya

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved