Jumat, 17 April 2026

Apa Itu Topan Hinnamnor? Siklon Tropis Aktif yang Melanda Korea Selatan

Topan Hinnamnor yang melanda Korea Selatan telah menewaskan satu orang dan menyebabkan sembilan orang hilang pada Selasa (6/9/2022).

Editor: IKL
NASA
Foto di atas diambil pada 31 Agustus 2022, oleh seorang astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Menunjukkan Topan Hinnamnor berbelok ke utara dan menjauh dari pulau Taiwan. - Berikut penjelasan tentang Topan Hinnamnor yang melanda Korea Selatan. 

PROHABA.CO - Simak informasi seputar Topan Hinnamnor yang telah melanda Korea Selatan.

Topan Hinnamnor yang melanda Korea Selatan telah menewaskan satu orang dan menyebabkan sembilan orang hilang pada Selasa (6/9/2022).

Kemudian pada Selasa pagi, topan itu berada atas Laut Jepang, yang dikenal sebagai Laut Timur di Korea, 100 km dari pulau Tsushima, menurut Badan Meteorologi Jepang.


Topan Hinnamnor salah satu yang paling kuat di Korea Selatan dalam beberapa dasawarsa.

Topan Hinnamnor menghancurkan ketenangan, berputar dengan cepat ke kekuatan kategori-5 di Samudra Pasifik Barat.

Jalur badai tidak menentu dan potensi pendaratan saat ini tidak jelas.

Lantas, apa itu Topan Hinnamnor?

Topan Hinnamnor, yang dikenal di Filipina sebagai Super Typhoon Henry, adalah siklon tropis aktif yang baru-baru ini melanda Korea Selatan dan sekarang mengancam Rusia timur.

Badai bernama kesebelas, topan keempat, dan topan super pertama musim topan Pasifik 2022.

Baca juga: BEM Nusantara Tolak Kenaikan Harga BBM, Minta Jabatan Sri Mulyani dan Arifin Tasrif Dicopot

Baca juga: Tolak BBM Naik, Said Iqbal Serukan Buruh Keluar dari Pabrik: Lumpuh Ekonomi Indonesia!


Mengutip Wikipedia, Hinnamnor berasal dari area cuaca yang terganggu yang pertama kali dicatat pada 27 Agustus oleh JTWC.

Daerah ini segera terbentuk menjadi Badai Tropis Hinnamnorpada hari berikutnya.

Badai dengan cepat meningkat, dan menjadi topan.

Mengutip Earth Observaroty NASA, Pusat Peringatan Topan Gabungan AS melaporkan bahwa Hinnamnor telah menahan angin dengan kecepatan 115 knot (140 mil/220 kilometer per jam), dengan kecepatan hingga 140 knot.

Badai itu sekitar 600 kilometer selatan Okinawa.

Pada malam tanggal 2 September, angin melambat menjadi 80 knot (90 mil/150 kilometer per jam), dengan kecepatan hingga 100 knot.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved