Selasa, 28 April 2026

Haba Artis

Sering Dibully, Keisya Levronka Akui Tak Sakit Hati

"Aku akan sakit hati ketika aku nyanyinya berhasil, tapi orang bilang aku enggak berhasil, itu udah enggak sesuai kan," imbuhnya. Menurutnya, ...

Editor: Muliadi Gani
Instagram @keisyalevronka
Keisya Levronka mengakui sering gagal bawakan lagunya 

PROHABA.CO - Penyanyi muda Keisya Levronka terus menjadi pembicaraan netizen di media sosial hingga kini.

Tak sedikit netizen yang menyerang Keisya Levronka dengan komentar negatif dan ujaran kebencian.

Seiring popularitas lagu "Tak Ingin Usai", penampilan Keisya saat menyanyikan lagu itu secara live sering mendapat kritikan.

Seperti diketahui, Keisya dinilai gagal mencapai nada tinggi yang sulit dalam lagu "Tak Ingin Usai" tersebut.

Keisya sendiri mengakui kesalahannya itu, dan memaklumi ketika akhirnya banyak orang kecewa dan membully dirinya.

"Enggak (sakit hati), karena itu fakta," ucap Keisya dikutip dari YouTube Curhat Bang.

"Aku akan sakit hati ketika aku nyanyinya berhasil, tapi orang bilang aku enggak berhasil, itu udah enggak sesuai kan," imbuhnya.

Menurutnya, orang juga tidak akan membully andai dia bisa tampil maksimal menyanyikan lagu milik sendiri.

Tapi di sisi lain, Keisya juga menyayangkan tindakan orang-orang yang hanya fokus pada kesalahannya.

Baca juga: Gagal Nyanyikan Nada Tinggi di Panggung AIM ke-23, Keisya Levronka Curhat Ungkap Kesedihan

Sementara saat dia berhasil di bagian tersebut, orang seolah tak mempedulikan, bahkan tidak membahasnya.

"Sebenarnya ada yang dapat juga, tapi orang enggak ramai.

Jadi ketika aku berhasil nih, yang muji-muji enggak ada," ucap Keisya.

"Orang fokusnya sama salah. Ya sewajarnya manusia, lihatnya titik hitam dalam kertas putih," sambungnya.

Meskipun mengaku siap dan bahkan tak menangis saat menerima banyak komentar jahat dari netizen, Keisya justru baru menangis ketika orang tuanya yang membaca komentar tersebut.

"Pas baca komen enggak (nangis), aku nangisnya karena, selain karena aku merasa gagal membawakan lagu aku sendiri, kedua orang tuaku," ucap Keisya.

"Orang tuaku kan aktif sosial media, mereka selalu bacain komen, mereka pernah tiba-tiba nangis karena bacain komen yang buat aku, kayak bully-bully," lanjut Keisya dengan suara bergetar.

Komentar jahat yang awalnya buat Keisya biasa saja, akan terasa sakit ketika akhirnya dia melihat orang tuanya menangis.

"Apapun yang menurutku biasa aja, jadi sakit banget ketika mereka sedih karena aku.

Itu yang paling aku tangisin, karena mereka nangis bacain komen, karena mereka lebih sakit kan," kata Keisya.

"Mereka yang besarin aku, mereka yang ngelahirin aku, itu sih yang aku nangisin banget," sambungnya sambil menghapus air mata.

Baca juga: Anggun C Sasmi Ajak Anak Pulang untuk Perbaiki Dialek Bahasa Indonesia

Konsultasi psikologi

Sejak gagal mencapai nada tinggi pada live pertamanya, Keisya sebenarnya sudah mulai les vokal dan rajin berlatih.

"Tiap GR aku selalu ngerekam, mau 2-3 kali cek sound aku aman, tapi ketika live beda," tuturnya.

“Setelah fals-fals itu aku ambil les kan, professionally sama orang-orang di bidangnya, tiap latihan, nadanya dinaikin setengahnya, lebih tinggi dari nada asli, itu aman," jelasnya.

Semuanya tidak ada masalah, sampai akhirnya dia naik panggung dan tampil di depan banyak orang.

"Dan ketika ketemu orang banyak, aku bener-bener gemeter, orang-orang lihatnya oh iya fokus, tapi di dalam aku deg-degan," ujar Keisya.

Sehingga untuk mendapatkan jawaban atas kondisinya, Keisya memutuskan untuk mengunjungi psikolog agar mendapat solusi.

"Pertama kali aku ke psikolog kemarin, dan aku enggak apa-apa, aku cuma ngecek ini ada apa sih," kata Keisya. "Ternyata itu jatuhnya trauma," lanjutnya.

Keisya lebih lanjut menjelaskan, bahwa dia bisa tenang menyanyi tanpa kesalahan saat penonton sedikit.

Baca juga: Roro Fitria Tertekan Usai Menikah, Sebut Dirinya Diperlakukan Andre Irawan Seperti Pembantu

Hal berbeda mulai terjadi setiap kali Keisya merasa tidak tenang dan sudah berpikir buruk ketika akan tampil di depan banyak orang.

"Tiap nyanyi ketika orangnya dikit, aku enggak apa-apa, masih aman, aku tenang. Sementara nyanyi yang dibutuhkan ketenangan," ucap Keisya.

"Ketika ketemu orang banyak, karena aku baca-baca asumsi mereka, komen-komen mereka, jadinya kayak kebawa ke alam bawah sadar, itu secara enggak langsung," jelas Keisya.

Diakui Keisya, komentar jahat netizen di media sosial telah mempengaruhi cara berpikirnya di kehidupan nyata.

"Sebelum ramai, aku suka ketemu orang, aku suka banget ngobrol panjang lebar.

Tapi sekarang, tiap ketemu orang, jadi kayak takut gitu," kata Keisya.

"Dari mindset sendiri, aku nunduk, 'dilihatin lagi, pasti dia tahu'.

Padahal belum tentu juga kan, kan belum tentu 'ih itu yang nyanyi enggak nyampai,' aku udah kayak gitu," ujarnya.

Kini Keisya sedang menjalankan cara yang diberikan psikolognya untuk menenangkan diri.

"Dia kasih aku kayak relaksasi tiap mau tidur," ucap Keisya.

(kompas.com)

Baca juga: Siti Badriah Kembali Menyanyi dan Mulai Kuruskan Badan

Baca juga: Meski Sudah 9 Tahun Menikah, Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu Merasa Seperti Pengantin Baru

Baca juga: Ria Ricis Nangis karena Anaknya Dihina

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved