Pelita Umat

Jenis-jenis Pertanyaan yang Diajukan dalam Ta'aruf, Begini Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah

Ustadz Khalid Basalamah berikan penjelasan tentang pertanyaan yang diajukan dalam Taaruf.

Editor: IKL
Youtube Khalid Basalamah official
Ustaz Khalid Basalamah memberi klarifikasi soal video ceramah tentang wayang 

PROHABA.CO - Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan jenis-jenis pertanyaan yang diajukan dalam proses Taaruf.

Tips pertanyaan bagi yang sedang menjalankan proses Taaruf, menurut Ustadz Khalid Basalamah adalah segala kebutuhan atau keperluan yang perlu diketahui.

Di antaranya dikatakan Ustadz Khalid Basalamah adalah mengenal keluarga inti calon pasangan saat Taaruf.


Sebagaimana diketahui, dalam Islam ada aturan tersendiri bagi orang-orang yang ingin mengenal lawan j

Sehingga ta'aruf adalah proses perkenalan pria dan wanita untuk menuju jenjang pernikahan sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam agama Islam.

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan dalam ta'aruf boleh mengajukan sejumlah pertanyaan yang dibutuhkan kepada lawan ta'aruf selama tidak bermaksiat.

"Misalnya menanyakan nama orangtuanya, nama marga, keadaan keluarga secara umum, apa saja aktivitas atau kegiatannya, bagaimana mereka dengan agama, respon Ibu dan Ayahnya kepada agama," jelas Ustadz Khalid Basalamah dikutip Banjarmasinpost.co.id dari Khalid Basalamah Official.

Baca juga: Doa Agar Diangkat Semua Penyakit, Ustadz Khalid Basalamah : Dibaca Saat Membesuk Orang Sakit

Selanjutnya bisa menanyakan jumlah saudara, dan kediaman atau tempat tinggal saat ini.

Setelah keluarga secara umum, maka boleh menanyakan tentang pribadi lawan ta'arufnya sendiri.

Misalnya, seorang muslimah ingin menanyakan kepada lawan ta'aruf bisa disesuaikan dengan figur suami yang dibutuhkan.

"Suami seperti apa yang Anda butuh menjadi partner hidup, jelaskan kepada dia, misalnya butuh suami yang penyayang, maka bisa langsung ditanyakan apakah Anda tipe orang yang penyayang," paparnya.

Dalam mengajukan pertanyaan dalam ta'aruf hendaknya murni menyampaikan dan menerima jawaban saja.

Bukan untuk menunjukkan kasih sayang itu atau memanjakan Anda kemudian terjadi pembicaraan yang menuju kemaksiatan.

"Atau bisa gunakan bahasa lain, bagaimana mengontrol emosi saat marah kalau ada kesalahan yang dilakukan atau kekurangan diri si istri, dengarkan itu kemudian catat," urainya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved