Pelita Umat
Keromantisan dalam Rumah Tangga, Ustadz Khalid Basalamah Ingatkan Harus Berpatokan pada Aturan Islam
ustadz Khalid Basalamah berikan penjelasan soal Romantis dalam Rumah Tangga, simak penjelasan Ustadz Khalid Basalamah dibawah ini.
PROHABA.CO - Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan keromantisan dalam Rumah Tangga.
Hubungan suami istri dalam rumah tangga biasanya dipengaruhi sifat dan sikap keduanya, meski begitu Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan harus berpatokan pada aturan Islam.
Agama Islam menganjurkan seorang suami harus Romantis, namun Ustadz Khalid Basalamah menuturkan hal itu perlu dijabarkan dan ditafsirkan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam berumah tangga.
Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indoneisa (KBBI), romantis bermakna mesra atau bersifat mengasyikkan. Sikap romantis bisa dilampiaskan dalam kata-kata atau perbuatan.
Ustadz Khalid Basalamah seorang muslim harus ada patokan agama, selama agama perintahkan wajib atau sunnah dikerjakan, sepanjang agama larang maka harus dijauhi, makruh ataupun haram.
"Setiap muslim harus kembali kepada Islam, substansi bahasan sifat dan karakter romantis, jelas dalam agama kita disuruh romantis," jelas Ustadz Khalid Basalamah dikutip Banjarmasinpost.co.id dari Lentera Islam.
Masuk dalam Ilmu tarbiyah atau pendidikan dalam Islam, termasuk romantis jika salah satu pasangan mengerti keadaan pasangannya.
Baca juga: Makanlah Buah Ini Beserta Bijinya, Masalah Anda dalam Hubungan Suami Istri Bisa Teratasi
Misal pasangan sedang sedih, maka harus dimengerti dan memberikan hiburan. Ini masuk dalam kategori romantis, karena sebagian besar orang berpikir romantis dalam hal sempit saja misal sedang bercumbu atau tertawa.
"Suka duka selalu bersama itu namanya romantis, pada saat pahit pun pasangan kita sedang sedih kita ada kemauan, kita redam keinginan kita," paparnya.
Maka yang perlu dipahami dalam bersikap romantis adalah definisinya dulu. Karena romantis yang dianjurkan dalam Islam adalah dapat memahami pasangan satu sama lain.
Dalam beberapa kasus sehari-hari kerap ditemukan contohnya, seorang suami harus menerima beban tugas kerja di kantor yang cukup berat sehingga pulangnya harus larut dari jam normal.
Si istri sudah menunggu di rumah dan telah memasak makanan untuk sang suami.
"Karena kelaparan, si suami makan di pinggir jalan, sesampainya di rumah sikap yang diperlukan adalah pengertian dari kedua belah pihak, misalnya istri memahami jika suami tak bisa makan lagi di rumah karena sudah kenyang, atau si suami mencicipi makanan setengahnya agar tidak mengecewakan si istri, hal ini bentuk keromantisan yang harus diterapkan," urai Ustadz Khalid Basalamah.
Baca juga: Kiat Mempertahankan Rumah Tangga, Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Perbedaan Karakter Pasutri
Di satu sisi, dalam berumah tangga setan akan berusaha mengangkat keromantisan itu, misalnya si pasangan sudah bersih dan wangi maka dibuat malas dan dianggap biasa saja.
Karena setan itu bisa meream syahwat dan memberikan syahwat, selain itu bisa membuat orang marah dan tidak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/khalid-basalamah-986wer.jpg)