Olahraga
Antony Dikritik Paul Scholes karena Terlalu Bertumpu Pada Kaki Kiri
Mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes, mengkritik gelandang asal Brasil berusia 22 tahun Antony karena terlalu bertumpu kepada kaki kiri
Memasuki pekan keempat ini, peluang masih terbuka, terutama bagi tiga tim teratasdi grup E untuk lolos ke babak sistem gugur.
United saat ini masih di posisi dua dengan enam poin dari tiga laga.
Terpaut tiga poin dari Real Sociedad di puncak, dan berselisih tiga poin dari Sheriff Tiraspol di posisi tiga.
Omonia menjadi juru kunci dengan nilai masih kosong.
Peringkat satu bakal lolos langsung ke babak 16 besar, sedang peringkat dua akan masuk ke babak knockout playoffs, dengan peringkat tiga lolos ke Liga Conference Europa.
Baca juga: Mbappe Jadi Pesepak Bola dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia, Kalahkah Messi dan Ronaldo
United pastinya tak mau gegabah.
Mereka membidik ingin langsung lolos. Karenanya, pelatih Erik Ten Hag diperkirakan bakal tetap menurunkan formasi terkuatnya saat menjamu wakil dari Cyprus dini hari nanti.
Ten Hag juga berharap bisa meneruskan momentum positif, setelah meraup dua kemenangan beruntun.
Tren positif itu harus dijaga, dan kemenangan atas Omonia mutlak harus diraih.
Dikutip dari Sportsmole, Ten Hag kemungkinan memasang Ronaldo sebagai ujung tombak dalam formasi tim 4-2-3-1, dengan Rashford, Bruno Fernandes, dan Antony beroperasi di belakangnya.
Posisi gelandang sentral bakal diisi Cristian Eriksen, dan Scott McTominay.
Ini akan jadi kesempatan bagi McTominay untuk unjuk kemampuan, setelah perlahan posisinya digerus oleh Casemiro, yang tampil gemilang di laga kontra Everton.
Sektor pertahanan bagaimana pun harus menjadi perhatian serius Ten Hag.
Tiga laga terakhir, mereka gagal clean sheet bahkan kebobolan sampai sembilan gol.
Setelah dihancurkan Manchester City 6-3, gawang United kebobolan dua gol dari Omonia, dan terakhir oleh Everton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Pemain-Manchester-United-Antony-4.jpg)