Selasa, 14 April 2026

Luar Negeri

Ikan Mola Raksasa Seberat Badak Ditemukan di Atlantik

Ikan mola raksasa seberat 2,7 ton (2.700 kilogram) ditemukan mengambang di Samudra Atlantik Utara dan telah dilaporkan sebagai ikan bertulang terberat

Editor: Muliadi Gani
FOTO: ATLANTIC NATURALIST via TWITTER
Ikan mola raksasa seberat badak dilaporkan sebagai ikan bertulang terberat di dunia, ditemukan mengambang di Samudra Atlantik Utara. 

PROHABA.CO, LISABON - Ikan mola raksasa seberat 2,7 ton (2.700 kilogram) ditemukan mengambang di Samudra Atlantik Utara dan telah dilaporkan sebagai ikan bertulang terberat di dunia.

Para ilmuwan dari Asosiasi Naturalis Atlantik di Portugal mengangkat ikan raksasa itu ke luar dari air menggunakan kerekan mekanis, untuk mempelajarinya lebih dekat.

Ikan itu diidentifikasi sebagai ‘sunfish’ selatan atau ‘bump-head’, Mola Alexandrini atau ‘sunfish’, dengan tinggi sekitar 3,6 meter dan panjang 3,5 meter.

Ikan itu sudah mati ketika terlihat di lepas pantai Pulau Faial, bagian dari kelompok Pulau Azores pada Desember 2021, tetapi masih belum pasti apa penyebab kematiannya.

Pemegang rekor sebelumnya untuk ikan bertulang terberat di dunia juga adalah ikan mola selatan yang beratnya 2,3 ton (2.300 kilogram) dan ditemukan di Kamogawa, Jepang pada 1996.

Baca juga: Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia Terjaring di Kamboja

Setelah membawanya kembali ke pantai menggunakan forklift, para peneliti melakukan nekropsi pada ikan mola-mola raksasa, yang beratnya persis 6.049 pon (2.744 kilogram), hampir sama dengan berat badak dewasa.

Mereka menganalisis isi perutnya dan mengambil sampel sisik, jaringan otot, dan saluran pencernaannya untuk mempelajari DNA-nya.

Rekor itu diumumkan dalam hasil penelitian mereka, yang diterbitkan di Journal of Fish Biology, sebagaimana dilansir Daily Mail pada Senin (17/10/2022).

Sebuah depresi semisilinder besar ditemukan di dekat kepala mola, dan kulitnya menunjukkan sisa-sisa cat anti-fouling merah yang biasanya terdapat di rangka kapal.

“Namun, tidak jelas apakah kondisi itu terjadi sebelum atau sesudah kematian, dan karena itu penyebab kematiannya tetap tidak pasti,” tulis para penulis.

Baca juga: Dibuang Sembarangan, Ikan Mas Raksasa Merusak Danau

Ikan mola selatan juga disebut ‘sunfish’, karena mereka berjemur di bawah sinar matahari di permukaan laut untuk menghangatkan diri setelah mencari makanan di air yang dalam dan dingin.

Mereka ditemukan di seluruh dunia di laut tropis dan beriklim sedang serta sering disalahartikan sebagai hiu ketika sirip punggungnya menyembul keluar dari air.

‘Sunfish’ selatan diklasifikasikan sebagai spesies unik pada tahun 2018.

Jenis ini sempat salah identifikasi setelah bertahun-tahun dengan mola-mola laut yang masih satu genus dan lebih umum.

Mola-mola laut dapat tumbuh hingga 1.320 kg, jadi penemuan ini menegaskan bahwa spesies mola selatan mampu mencapai dua kali ukuran mereka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved