Jumat, 15 Mei 2026

Rumah Sakit Regional di Takengon Ambruk Sebelum Difungsikan, MaTA: Perlu Penyelidikan Segera

Kasus ambruk Rumah Sakit Regional di Takengon perlu segera dilakukan penyeledikan dan penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.

Tayang:
Editor: IKL
For Tribungayo.com
Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian 

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Kasus ambruk Rumah Sakit Regional di Takengon perlu segera dilakukan penyeledikan dan penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.

Karena Rumah Sakit Regional di Takengon itu ambruk bukan karena bencana.

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian, menduga Rumah Sakit Regional di Takengon itu ambruk karena adanya indikasi kualitas bangunan rendah.

“Kita meminta Kejati Aceh untuk turun tangan (menyelidikinya),” ujar Koordinator MaTA, Alfian kemari.

Dalam kasus ambruknya atap dan beton sisi depan Rumah Sakit Regional itu perlu ada langkah tegas oleh Kejati Aceh untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan segera.

“Peristiwa itu menandakan adanya indikasi kualitas bangunan rendah dan ini bukan akibat bencana,” ujar Alfian.

Oleh karena itu, MaTA menilai, penyelidikan terhadap pembangunan rumah sakit regional tersebut menjadi mendesak untuk dilakukan oleh Kejati.

Karena Rumah Sakit tersebut ambruk sebelum dioperasionalkan. Jadi perlu segera dipastikan kualitas bagunan.

Potensi tidak berkualitas bangunan rumah sakit, lanjut Alfian, sudah dapat diduga dengan peristiwa runtuhnya bangunan depan rumah sakit tersebut. 

 "Bagaimana kalau rumah sakit sudah dioperasionalkan, sementara kualitas bagunan rendah dan ini jelas akan memakan korban," ujar Alfian.

Karena itu publik butuh kepastian atas pembangunan rumah sakit regional yang bersumber dari dana otsus.

Sehingga ada kepastian hukum terhadap siapa pun yang terlibat dalam kasus RS Regional itu ambruk,

“Perlu segera dilakukan evaluasi seluruh pembangunan Rumah Sakit Regional di Aceh, mulai sejak perencanaan sampai pembangunan,” kata Koordinator MaTA.

Karena MaTA juga menemukan kualitas yang rendah pada tiang dan pondasi Rumah Sakit Regional Bireuen yang sedang dibangun.

"Sudah saatnya Pj Gubernur Aceh mengambil langkah tegas terhadap orang-orang yang dianggap bertangung jawab, termasuk konsultas dan rekanan," ujar Alfian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved