Kesehatan
Ini Alasan Perempuan Masih Mengalami Kanker Serviks meski Sudah Melakukan Pap Smear
Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV.
PROHABA.CO - Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV.
Kanker serviks atau kanker mulut rahim rentan dialami oleh wanita.
Kanker serviks bukanlah penyakit yang menular tetapi dapat mengancam kesehatan.
Untuk mendeteksi kanker serviks bisa dilakukan pap smear.Kenapa masih ada perempuan yang mengalami kanker serviks meskipun sudah melakukan pap smear?
Pap Smear adalah metode screening ginekologi, dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou, untuk menemukan proses-proses premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan endometrium.
dr. Muhammad Yusuf menjawab, perlu diketahui bahwa pap smear bukan mencegah tetapi hanya mengevaluasi atau mendeteksi bahkan ketika sudah menjadi pre-cancerous lesions dari kanker serviks atau sudah menjadi kanker.
Tetapi perlu diketahui bahwa pap smear angka akurasinya relatif rendah, kurang lebih hampir 50 persen.
Artinya, 50 persen tidak bisa dijangkau misalnya pasien positif tetapi dibaca negatif.
Oleh karena itu mempropose untuk melakukan co testing cervical cancer screening dengan kombinasi SPV test.
Dengan kombinasi sitologi dan SPV test, maka akurasi akan meningkat hampir 100 persen.
Kombinasi antara sitologi dan SPV test bisa menjamin pasien untuk tidak terkena kanker dalam waktu 3 tahun.
Tetapi setelah 3 tahun, pasien diminta untuk hadir dan menjalankan screening ulang.
Ketika dilakukan screening sudah menuju kanker, maka treatment yang dilakukan sudah berbeda.
dr. Muhammad Yusuf menyampaikan, dokter bisa melakukan treatment dan bisa memberikan angka kesembuhan pada pasien sebelum terjadi kanker.
Akan sangat bermanfaat apabila ditemukan pada saat pasien dalam kondisi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-Dokter-dan-pasien.jpg)