Sabtu, 11 April 2026

Luar Negeri

Bom Meledak di Istanbul Turki, Enam Orang Tewas dan 50 Luka

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan ledakan bom di Istanbul disebabkan oleh "serangan bom" di jalur pejalan kaki utama kota, setidaknya

Editor: Muliadi Gani
AFP/YASIN AKGUL
Anggota tim forensik bekerja setelah ledakan kuat yang tidak diketahui asalnya mengguncang jalan perbelanjaan Istiklal yang sibuk di Istanbul, pada 13 November 2022. - Presiden Turki mengutuk serangan keji yang melanda Istanbul tengah, dan mengatakan serangan itu menewaskan enam orang dan melukai lebih dari 50 lainnya, pada 13 November 2022. (Photo by Yasin AKGUL / AFP) 

PROHABA.CO, ISTANBUL - Insiden maut terjadi di Istanbul, Turki, di mana sebuah bom meledak pada Minggu (13/11/2022).

Ledakan tersebut terjadi di area pejalan kaki yang saat itu tengah digunakan untuk berlalu lalang warga.

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan ledakan bom di Istanbul disebabkan oleh "serangan bom" di jalur pejalan kaki utama kota, setidaknya enam orang telah meninggal.

Berbicara sebelum keberangkatannya ke KTT G20 di Bali pada Minggu (13/11),

Erdogan mengatakan ledakan itu adalah "serangan berbahaya" dan pelakunya akan dihukum.

Baca juga: Ledakan di Aspol Bersumber dari Paket yang Dikirim dari Indramayu, Warga Lihat Bripka DP Berdarah

Empat orang tewas di tempat kejadian dan dua di rumah sakit, kata Erdogan.

Sementara itu 53 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka menurut informasi yang dia terima dari gubernur Istanbul sebagaimana dilaporkan AP.

Penyebab ledakan di Istiklal Avenue tidak segera jelas.

Sementara lima jaksa ditugaskan untuk menyelidiki ledakan itu, menurut kantor berita Anadolu.

Sebuah video yang diunggah online menunjukkan api meletus dan ledakan keras terdengar, mengakibatkan pejalan kaki berbalik dan melarikan diri.

Rekaman lain menunjukkan ambulans, truk pemadam kebakaran, dan polisi di tempat kejadian.

Baca juga: Tambang Batu Bara Turkiye Meledak, 41 Pekerja Tewas

Baca juga: Pasien yang Mengalami Bruxism Lebih Baik ke Psikolog atau ke Dokter Terlebih Dahulu?

Pengguna media sosial mengatakan kemudian toko-toko dan jalan ditutup.

Pengawas media Turkiye memberlakukan larangan sementara untuk melaporkan ledakan, sebuah aturan yang mencegah penyiar menampilkan video saat ledakan atau setelahnya.

Dewan Tertinggi Radio dan Televisi negara itu telah memberlakukan larangan serupa di masa lalu, menyusul serangan dan kecelakaan.

Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya dalam kicauannya melaporkan jumlah korban tewas dan mengatakan mereka yang terluka sedang dirawat.

(kompas.com)

Baca juga: KKB Berondong dan Bakar Pos Polisi di Puncak Papua

Baca juga: Rusia Mulai Serang Ibu Kota Ukraina, Ledakan Bom Kagetkan Kunjungan Sekjen PBB

Baca juga: 230 Penduduk Sudan Tewas dalam Serangan Suku terkait Tanah Sengketa

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved