Kamis, 23 April 2026

Tenggelam

Bocah yang Tenggelam di Singkil Belum Ditemukan

Seorang bocah bernama Rafa (7), warga Sianjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, hilang akibat tenggelam saat mandi-mandi bersama

Editor: Muliadi Gani
FOTO: PROHABA/DEDE ROSADI
Proses pencarian Rafa, bocah berusia 7 tahun yang tenggelam di bawah jembatan Handel, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, berlangsung hingga Minggu (27/11/2022) petang. Jika korban belum ditemukan, maka pencarian akan dilanjutkan. 

PROHABA.CO, SINGKIL - Seorang bocah bernama Rafa (7), warga Sianjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, hilang akibat tenggelam saat mandi-mandi bersama teman-temannya di Sungai Lae Cinendang.

tepatnya di bawah jembatan Handel, Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Sabtu (26/11/2022) sore.

Diduga, bocah tersebut terseret arus, apalagi yang bersangkutan tak begitu mahir berenang.

"Kronologinya, korban bermula mandi di sungai bersama teman-temannya," kata Rosiana Kusuma Wardani, petugas piket Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Aceh Singkil.

Setelah satu hari berselang, pencarian bocah asal Sianjo-anjo, Kecamatan Gunung Meriah itu belum membuahkan hasil hingga Minggu (27/11/2022) pukul 13.00 WIB.

Proses pencarian terus dilakukan dengan fokus di titik korban hilang.

Baca juga: Pasangan Suami Istri Tenggelam Saat Menangkap Ikan, Akhirnya Ditemukan Dalam Keadaan Tak Bernyawa

Namun, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Setelah itu pencarian dilanjutkan ke arah hilir sungai.

Lagi-lagi keberadaan korban belum juga ditemukan.

Pencarian dilakukan dengan cara menancapkan galah bambu sepanjang 10 meter ke dasar sungai.

Selanjutnya bambu itu dipegang pencari korban sambil menyelam.

Hal itu dilakukan agar pencari tak terbawa arus sungai lantaran arus sungai cukup kuat.

Ini sesuai dengan nama sungai tersebut, yaitu Cinendang yang berarti: airnya menendang.

Baca juga: Bocah Tenggelam di Krueng Aceh Ditemukan Meninggal

Tim pencari yang coba melepaskan pegangan bambu terlihat kesulitan berenang sehingga harus dilemparkn tali atau bambu ke arahnya agar bisa segera berpegangan.

Sementara itu, keluarga korban terlihat duduk di bawah kolong jembatan Handel bersama warga lain menunggu proses pencarian.

Keluarga berharap korban dapat ditemukan segera.

Peristiwa warga tenggelam di sungai kolong jembatan Handel sudah terjadi berulang.

Sebelumnya seorang warga juga dinyatakan tenggelam, kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal.

Lae Cinendang lebarnya sekitar 200 meter dengan kedalaman 3 samai 8 meter.

Baca juga: VIRAL Bocah SD Dikeroyok di Malang, Ditemukan Pencari Rumput, Kini Koma Padahal Baru Pulih Tifus

Baca juga: Andi Relawan yang Hilang Terseret Sungai Endikat saat Mencari Korban Tenggelam Ditemukan Meninggal

Di lokasi korban tenggelam kedalaman sungai sekitar 3 meter, tapi arusnya kuat.

Air sungai Lae Cinendang keruh.

Kondisi itu menyulitkan pencarian. 

Para relawan yang melakukan pencarian hanya mengandalkan tangan dan kaki untuk meraba di dasar sungai.

Sementara visual di dasar sungai sama sekali tak terlihat akibat air keruh.

Pencarian korban sendiri sudah dilakukan sejak dinyatakan hilang kemarin sore hingga sepanjang malam.

Kemudian dilanjutkan siang ini dengan cara diselam bergantian. (de)

Baca juga: Diduga Terseret Arus Banjir, Nenek 98 Tahun di Aceh Tamiang Ditemukan Meninggal di Belakang Rumahnya

Baca juga: Seorang Nenek di Gayo Lues Dilaporkan Hilang, Polisi dan Warga Sisir Aliran Sungai

Baca juga: Pacari Anak di Bawah Umur, Kuli Bangunan Asal Sumut Gauli Siswi di Aceh Besar

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved