Seorang Bocah Ditemukan Tewas dengan Ponsel Menyala di Telinga
Beredar informasi bahwa RAG meninggal akibat terpapar radiasi panas dari ponsel pintar yang terlalu lama menempel di bagian tubuhnya ...
PROHABA.CO, BLITAR - Meninggalnya RAG yang duduk di kelas VI SD Negeri Tugurejo 1 itu pertama kali diketahui saudara kembarnya.
Saudara kembarnya hendak membangunkan RAG untuk bersiap pergi ke sekolah, Rabu 23 November 2022.
Beredar informasi bahwa RAG meninggal akibat terpapar radiasi panas dari ponsel pintar yang terlalu lama menempel di bagian tubuhnya.
RAG, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ditemukan meninggal di tempat tidur dengan ponsel pintar berada di dekat lehernya.
Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Wiji Asrori mengatakan, terdapat luka menyerupai luka bakar di sebagian warga RAG. “Pagi jam 5 ditemukan meninggal.
Saat dibangunkan tubuhnya sudah dingin kaku.
Baca juga: Bocah 2 Tahun Menelan Baterai hingga Meledak di Tubuhnya, Kini Harus Berjuang Hidup di ICU
Ada luka terbakar di bagian wajah separo.
Kemudian dada lebam, hitam,” ujar Wiji, Sabtu (26/11).
“Handphone di bawah, dekat telinga.
Nah ini apakah ketika itu mungkin sudah terlalu panas handphonenya sehingga kemudian dia lelah tertidur menyebabkan nempel, menyebabkan radiasi. Kita tidak tahu,” tambahnya.
Wiji menegaskan, penyebab kematian RAG tak diketahui secara pasti.
Meski terdapat indikasi keterkaitan penggunaan ponsel pintar terlalu lama dalam kematian siswa SD itu.
Berdasarkan informasi keluarga, RAG memiliki kebiasaan bermain ponsel di tempat tidur hingga larut malam.
RAG juga sering ditemukan tertidur karena kelelahan bermain game di ponsel pintarnya.
Menurut Wiji, penyebab sebenarnya kematian RAG tidak akan diketahui karena polisi tak melakukan penyelidikan lanjutan.
Berdasarkan visum luar tubuh RAG, kata dia, tak ada indikasi kekerasan.
Baca juga: Bermain Ponsel Sambil Dicas, Seorang Bocah Tewas Terbakar
Baca juga: Paket Bubuk Hitam Pengusir Tikus yang Dikirim dari Indramayu Meledak saat Diterima Bripka Dirgantara
Keluarga juga tak menghendaki penyelidikan lebih lanjut dan menganggap kematian RAG sebagai musibah.
“Pihak kepolisian sudah turun tangan namun berdsarkan visum luar tidak menemukan adanya tanda kekerasan.
Pihak keluarga juga menganggap ini musibah maka kemudian segera dimakamkan,” jelasnya.
Meski tak mengetahui pasti penyebab kematian RAG, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar mengingatkan guru dan orangtua agar membatasi penggunaan ponsel pintar oleh anak.
Penggunaan ponsel tanpa pengawasan orangtua membuat anak tak memiliki kesempatan melakukan aktivitas fisik, seperti bermain di luar rumah.
“Informasi meninggalnya RAG ini memang sudah kami sebarkan ke kalangan pendidik dan orang tua di Kabupaten Blitar sebagai peringatan,” ujarnya.
Wiji mengatakan, dinas pendidikan pertama kali mendapatkan informasi kematian RAG dari Kepala Sekolah SDN Tugurejo 1 bernama Mujiono.
Dalam laporan tertulis yang ditunjukkan ke Kompas.com, disebutkan dugaan kematian RAG akibat radiasi telepon pintar.
(kompas.com)
Baca juga: Edy Supriyanta Tanggung Semua Biaya Pengobatan Bocah Korban KDRT di Jepara
Baca juga: Komplotan Pencuri Ternak Dicokok, Dua Pelaku Didor
Baca juga: Para Ilmuwan Hidupkan Kembali Virus Berusia 48.500 Tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Seorang-warga-menunjukkan-ponsel-yang-diduga-meledak-saat-di-charge.jpg)