Kriminal
Pelaku Beli Racun untuk Bunuh Keluarga Pakai Uang dari Ortu
Bagaimana tidak, Dhio sudah dimanja oleh orang tuanya, tetapi dia justru tega membunuh orang tua(ortu) dan kakaknya.Diketahui, Dhio membeli racun ...
PROHABA.CO, MAGELANG - Kasus anak bunuh keluarga di Magelang menuai sorotan. Tak sedikit warganet menilai jika Dhio merupakan beban keluarga.
Bagaimana tidak, Dhio sudah dimanja oleh orang tuanya, tetapi dia justru tega membunuh orang tua(ortu) dan kakaknya.
Diketahui, Dhio membeli racun secara online dengan harga Rp450.000 untuk arsenik dan Rp 750.000 untuk sianida.
Kedua jenis racun tersebut akhirnya membuat kedua orang tua dan kakak kandungnya, meninggal dunia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kapolresta Magelang, AKBP Muchamad Sajarod Zakun Menurut Sajarod, tersangka DDS merupakan seorang pengangguran sehingga seluruh kebutuhannya dipenuhi oleh orang tuanya.
DDS juga mendapatkan uang jajan dari orang tuanya yang berujung digunakan untuk membeli racun arsenik dan sianida untuk membunuh keluarganya.
“Tersangka merupakan anak bungsu, selalu diberikan kasih sayang yang berlebih dari kedua orang tuanya, menuruti permintaannya untuk mencukupi kebutuhannya, dipenuhi.
Terlebih, uang jajan dan sebagainya,” papar Sajarod dikutip TribunStyle. com, Selasa, (6/12/2022).
Sajarod menambahkan, sianida dan arsenik ini dipilih DDS untuk membunuh keluarganya setelah ia belajar dari kasus meninggalnya aktivis Munir, kopi sianida Mirna, dan satai sianida Bantul.
Baca juga: Perawakan Dhio yang Tega Bunuh Ayah, Ibu dan Kakaknya Menggunakan Racun
Lebih lanjut, Sajarod menyebut DDS membeli arsenik sekitar seminggu sebelum pembunuhan pada Rabu, 23 November 2022.
Namun, karena dosisnya terlalu kecil, arsenik tersebut hanya membuat ketiga korban merasakan mual.
Lalu DDS memutuskan untuk membeli sianida dan menggunakannya untuk membunuh ayah, ibu, dan kakaknya pada 28 November 2022.
“Tersangka membeli sianida setelah percobaan pertama (gagal).
Dia langsung beli lagi dan digunakan pada hari Senin (28 November 2022),” ungkap Sajarod.
DDS mencampurkan sianida ke dalam teh dan kopi yang sebelumnya dibuat oleh ibunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Tersangka-DDS-22-kasus-pembunuhan-keluarga-digelandang-ke-tahanan-Mapolresta-Magelang.jpg)