Kamis, 14 Mei 2026

Tahukah Anda

Bagaimana Penyebab Terjadinya Gempa Bumi?

Saat gempa bumi terjadi, tanah dan apa saja yang berada di atasnya akan berguncang. Bergantung kekuatannya, guncangan tersebut dapat menimbulkan ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Ilustrasi penyebab terjadinya gempa bumi. 

PROHABA.CO - Saat gempa bumi terjadi, tanah dan apa saja yang berada di atasnya akan berguncang.

Bergantung kekuatannya, guncangan tersebut dapat menimbulkan kerusakan kecil hingga sangat parah dan terkadang memicu tsunami.

Lantas, bagaimana proses terjadinya gempa bumi hingga menimbulkan guncangan di permukaan tanah?

Proses terjadinya gempa

Sebagian besar patahan di kerak bumi tidak bergerak untuk waktu yang lama. 

Namun, seiring waktu, batuan di kedua sisi patahan perlahan akan berubah bentuk akibat adanya gaya tektonik.

Gempa bumi biasanya terjadi ketika batuan bawah tanah tiba-tiba pecah dan terjadi gerakan cepat di sepanjang patahan, sebagaimana dikutip dari Michigan Tech.

Baca juga: Ada Tiga Jenis Sesar dan Proses Pembentukan Patahan

Pelepasan energi secara tiba-tiba yang menyebabkan terjadinya gempa bumi juga akan menimbulkan gelombang seismik yang membuat permukaan tanah bergetar. 

Selama dan setelah gempa bumi terjadi, lempengan patahan akan bergerak dan terus bergerak hingga kembali macet dan gerakannya pun terhenti.

Bagaimana cara mengetahui kekuatan gempa bumi?

Gempa bumi direkam dengan alat yang disebut seismograf, sedangkan rekaman gempa bumi yang dibuat alat tersebut dinamakan seismogram. 

Seismograf memiliki alas yang tertanam kuat di tanah dan beban berat yang menggantung bebas.

Dilansir dari US Geological Survey, saat gempa bumi terjadi dan menyebabkan tanah bergetar, dasar seismograf juga ikut bergetar, tetapi beban yang menggantung tidak bergetar.

Baca juga: Yuk ke Museum Tsunami dan Kita Lihat 11 Rekam Jejak Bencana Tsunami Pernah Menerjang Aceh

Baca juga: Ada Pameran Memori Helsinki di Museum Tsunami, Menampilkan Sejarah Perdamaian Aceh

Sementara itu, pegas atau tali yang digantungnya menyerap semua gerakan. 

Perbedaan posisi antara bagian seismograf yang bergetar dan bagian yang tidak bergerak itulah yang menjadi rekaman kekuatan gempa bumi.

Untuk lingkup Indonesia, Aceh dikenal sebagai daerah yang potensi gempanya besar.

Saat terjadi gempa yang memicu tsunami dahsyat pada 26 Desember 2004, kekuatan gempanya tercatat 9,3 skala Richter.

Dalam seabad terakhir, gempa dengan skala ini sangat jarang terjadi, kecuali di Aceh.

Itu sebab, Aceh dijuluki daerah yang memiliki potensi gempa perkasa.

(Kompas.com)

Baca juga: Cincin Api Pasifik Sering Picu Gempa, Bagaimana ‘Ring of  Fire’ Terbentuk?

Baca juga: Ibu Sambung Shireen Sungkar Terdampak Gempa Cianjur, Rumahnya Rusak

Baca juga: Jalan Gunung Meriah-Singkohor Sulit Dilewati

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved