Video

Putri Kerajaan Arab Saudi Jadi Korban Penipuan Investasi Bodong di Bali

Seorang Putri Kerajaan Arab Saudi menjadi korban penipuan investasi villa di Bali hingga merugi sebesar Rp 505,5 Miliar.

Penulis: redaksi | Editor: Fadil Mufty

PROHABA.CO --┬áSeorang Putri Kerajaan Arab Saudi menjadi korban penipuan investasi villa di Bali hingga merugi sebesar Rp 505,5 Miliar.

Pelaku penipuan terhadap Putri Kerajaan Arab Saudi, Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud telah dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Negeri Gianyar.

Kedua pelaku penipuan terhadap Putri Kerajaan Arab Saudi tersebut merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Kini keduanya harus menjalani hukuman untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Diketahui, Dua WNI yang melakukuan penipuan terhadap Putri Kerajaan Arab Saudi yakni Eka Augusta Herriyani dan Evie Marindo Christina.

Dikutip dari Tribun Bali, penipuan terhadap Putri Lolowah berawal dari pengiriman uang sebesar Rp 505,5 miliar yang dilakukan secara bertahap.

Adapun pengiriman uang tersebut dilakukan dalam rentang waktu antara 27 April 2011 hingga 16 September 2018.

Modus operandi yang dilakukan Eka dan Evie adalah uang yang dikirimkan oleh Putri Lolowah itu dijanjikan untuk investasi pembangunan villa dan tanah di daerah Kecamatan Tampaksiring, Gianyar.

Baca juga: Detik-detik Truk Tabrak Patung Bima Hingga Roboh

Namun, menurut perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), Ni Made Tjandra Kasih, nilai bangunan villa tidak seperti yang dijanjikan.

Villa bernama Kama dan Amrita Tedja itu dinilai berdasarkan kondisi fisik bangunan dan didapatkan nilai bangunan yang telah dibangun tersebut sebesar Rp 37,6 miliar.

Selain itu, Eka dan Evie juga menawarkan lahan seluas 1.600 meter persegi yang berlokasi di Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, pada Maret 2018.

Penawaran tanah itu kepada Putri Lolowah seolah-olah bahwa tanah itu adalah milik Eka dan Evie.

Tawaran itu pun diiyakan oleh Putri Lolowah dengan mengirimkan uang sebesar 500 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 7,5 miliar.

Namun, ternyata tanah yang diklaim milik Eka dan Evie itu tidak pernah dijual oleh pemilik aslinya.

Imbas kasus penipuan berkedok investasi villa di Bali tersebut, Keduanya divonis 19 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsidair penjara enam bulan.(*)

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved