Tahukah Anda
Populasi Cina Turun, Generasi Muda Tak Tertarik Punya Anak
Namun, kebanyakan orang muda di Negeri Panda tersebut mengatakan, mereka tidak punya rencana untuk memiliki anak karena berbagai alasan ...
Yun Zhou, pengamat Cina dan asisten profesor sosiologi di University of Michigan mengatakan kepada DW, lebih banyak perempuan muda di Cina yang lebih fokus pada pengejaran karier dan kehidupan pribadinya.
Baca juga: Populasi Dunia Capai 8 Miliar Jiwa, Adakah Risiko Serius di Baliknya?
"Diskriminasi gender di pasar tenaga kerja Cina dan harapan luar biasa sebagai ibu bagi perempuan adalah kendala yang menghalangi mereka untuk menikah atau punya anak," katanya.
Penguncian (lockdown) selama pandemi corona dan peningkatan kontrol dari pihak berwenang, juga berdampak signifikan pada pandangan masyarakat tentang masa depan.
"Penguncian berulang kali selama tiga tahun terakhir telah merugikan banyak orang, termasuk tabungan dan rasa aman mereka," kata Adam Wang, pria berusia 26 tahun yang tinggal di Tianjin.
"Pabrik dan perusahaan tidak dapat menawarkan tunjangan dasar bagi pekerjanya, sementara makin banyak orang bersaing untuk menjadi pegawai negeri karena tingkat pengangguran kaum muda mencapai titik tertinggi baru selama pandemi," ujarnya.
Setelah penguncian di kota-kota di seluruh Cina sejak 2020, jumlah warga antara usia 16 dan 24 yang menganggur naik menjadi 20 juta pada Desember 2022.
Angka dari Biro Statistik Nasional menunjukkan bahwa tingkat pengangguran kaum muda telah mencapai 19,9 persen pada Juli 2022.
Baca juga: Air di Rumah Dinas Mati, Kapolres Manggarai Barat Diduga Aniaya Anggota
Baca juga: Frustrasi Akibat Lockdown, Kasus Bunuh Diri di Cina Meningkat
Kurang berhasil
Terakhir kali populasi Cina mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya adalah pada tahun 1961, ketika terjadi kelaparan hebat.
Sekarang, PBB memproyeksikan populasi Cina akan terus menurun sampai tahun 2050.
Pemerintah telah meluncurkan serangkaian kebijakan untuk memberikan insentif kepada kaum muda agar memiliki lebih banyak anak.
Di beberapa kota, pemerintah menjanjikan subsidi untuk keluarga dengan tiga anak, sementara kota lain memberikan subsidi untuk mendorong warga membeli rumah dan mendorong orang berkeluarga.
"Kota-kota kaya seperti Shenzhen dan Jinan telah menawarkan insentif sampai 20.000 yuan (Rp44,13 juta) selama tiga tahun untuk keluarga yang punya tiga anak.
Tapi, saya piker, hanya orang yang memang ingin punya lebih banyak anak yang akan mencoba mendapatkan subsidi itu,” kata Cynthia Liu di Beijing kepada DW.
"Bagi perempuan yang tidak ingin punya anak lagi, mereka bisa dengan mudah mendapat lebih banyak uang dibanding tawaran insentif itu, dalam waktu hanya enam bulan," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Foto-ilustrasi-keluarga-dengan-anak-di-Cina.jpg)