Sabtu, 2 Mei 2026

Video

Indonesia Kirim 47 Personel SAR Bantu Korban Gempa di Turki

Seluruh personel tersebut juga telah tersertifikasi pencarian dan penyelamatan pada bencana perkotaan atau urban search and rescue (USAR).

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Fadil Mufty

PROHABA.CO -- Pemerintah Indonesia akan mengirim tim untuk membantu penanganan korban gempa 7,8 magnitudo di Turki.

Anggota Tim INASAR (Indonesia Search And Rescue) tersebut terdiri dari 47 personel termasuk Tim K9 dari Baharkam Polri dan dokter dari RSCM.

Seluruh personel tersebut juga telah tersertifikasi pencarian dan penyelamatan pada bencana perkotaan atau urban search and rescue (USAR).

Humas Basarnas Albert Wenno kepada Tribunnews.com pada Rabu (8/2/2023) menyampaikan, dari 47 personel termasuk dokter dan K9 itu sudah tersertifikasi USAR medium level

Albert menambahkan, terkait dengan keberangkatan, saat ini tim masih menunggu clearence atau izin dari lembaga terkait.

Baca juga: Nasib Masyarakat Aceh di Turki Pasca Gempa

Rencananya tim akan diberangkatkan pada hari ini Rabu (8/2/2023).

Tapi menurut Albert, dari hasil zoom meeting kemungkinan mundur jadi besok.

Diberitakan sebelumnya Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menyampaikan Indonesia akan segera mengirimkan misi bantuan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban gempa 7,8 magnitudo yang melanda wilayah Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023).

Baca juga: Haru, Momen Seorang Kakak Lindungi Kepala Adiknya dari Reruntuhan Gempa

Ma'ruf mengatakan untuk itu ia telah berbicara dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikannya usai meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Java Integrated dan Industrial Port Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur pada Selasa (7/2/2023).

Dia menyampaikan bahwa bantuan yang akan dikirimkan merupakan bagian dari misi kemanusiaan.

Baca juga: Penjara Rusak Akibat Gempa Disuriah, Napi ISIS Kabur

Dalam persitiwa bencana tersebut negara-negara sudah sewajarnya saling membantu.

Ma'ruf mencontohkan bahwa hal yang sama pernah dilakukan juga oleh Turki terhadap Indonesia saat terjadinya bencana tsunami di Aceh.

Ketika itu, Turki termasuk negara yang paling awal membantu Indonesia.

Ia juga berharap peran aktif dari lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesia untuk berkontribusi dalam misi tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved