Minggu, 12 April 2026

Luar Negeri

Penembakan Massal Terjadi di Serbia, 8 Orang Tewas

Delapan orang tewas dan setidaknya 10 terluka dalam penembakan di kota Mladenovac, selatan Beograd, Belgia, media lokal melaporkan.

Editor: Muliadi Gani
Warta Kota/Istimewa
ILUSTRASI Penembakan 

PROHABA.CO, BEOGRAD - Penembakan massal kembali terjadi di Serbia, tepatnya di sebuah desa bernama Dubona, yang menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 10 orang lainnya.

Pelaku penembakan berhasil kabur dari lokasi kejadian dan tengah diburu secara besar-besaran oleh otoritas Serbia.

Delapan orang tewas dan setidaknya 10 terluka dalam penembakan di kota Mladenovac, selatan Beograd, Belgia, media lokal melaporkan.

Polisi memasang penghalang jalan dalam perburuan mereka untuk pria bersenjata itu.

Penembakan itu terjadi kurang dari 48 jam setelah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun menembak mati 9 orang dan melukai tujuh lainnya di sebuah sekolah di Beograd sebelum menyerahkan diri.

Menteri Dalam Negeri Bratislava Gasic menggambarkan penembakan terbaru sebagai “tindakan teroris”, portal berita Serbia Telegraf melaporkan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Dilansir dari Reuters, Polisi Serbia meluncurkan perburuan, dijuluki Operasi Angin Puyuh, untuk tersangka berusia 21 tahun yang diidentifikasi hanya sebagai UB.

Baca juga: Penembakan di Kantor MUI, Pelaku Pria Asal Lampung

Baca juga: Inara Rusli Malah Ingin Tetap Bersuamikan Virgoun

Baca juga: Penembakan Brutal di Bank Louisville Kentucky, 5 Orang Tewas dan 6 Terluka

Menurut media lokal, setelah pertengkaran di dekat sebuah sekolah di Mladenovac, 42 km (26 mil) selatan Beograd, tersangka kembali dengan senapan serbu, melepaskan tembakan dan terus menembak orang secara acak dari mobil yang bergerak.

Di dekat desa Dubona, tidak jauh dari Mladenovac, seorang saksi melihat polisi bersenjata lengkap mendirikan pos pemeriksaan dan mencari lalu lintas yang masuk.

Sebuah helikopter, drone, dan beberapa patroli polisi juga mencari tersangka di antara perbukitan dan hutan di sekitar Dubona.

N1 TV melaporkan yang terluka telah diangkut ke rumah sakit di Mladenovac dan Rumah Sakit Universitas di Beograd.

Serbia memiliki budaya senjata yang mengakar, terutama di daerah pedesaan, tetapi juga undang-undang kontrol senjata yang ketat.

Senjata otomatis adalah ilegal dan selama bertahuntahun pihak berwenang telah menawarkan beberapa amnesti kepada mereka yang menyerahkannya.

Namun, negara itu, dan seluruh Balkan Barat, dibanjiri dengan senjata dan persenjataan kelas militer yang tetap berada di tangan pribadi setelah perang tahun 1990-an.

(kompas.com)

Baca juga: Polda Papua Tambah Pasukan Pasca Penembakan Aparat

Baca juga: Penembakan Kembali Terjadi di California, Tiga Tewas

Baca juga: Penembakan Terjadi di Washington, Tiga Tewas, Pelaku Bunuh Diri

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved