Minggu, 19 April 2026

Luar Negeri

Penembakan Terjadi di Washington, Tiga Tewas, Pelaku Bunuh Diri

Dalam insiden terbaru, seorang pria bersenjata dilaporkan telah melakukan serangan acak dan membunuh tiga orang. Sempat menelepon ibunya, pelaku ...

Editor: Muliadi Gani
HANDOUT DEPARTEMEN KEPOLISIAN YAKIMA via AFP
Gambar kamera pengawasnya yang dirilis oleh Departemen Kepolisian Yakima di Negara Bagian Washington pada 24 Januari 2023, dilaporkan menunjukkan tersangka yang dicari polisi dalam penembakan yang menewaskan tiga orang. Departemen itu mengatakan tersangka pembunuhan diduga adalah Jarid Haddock, seorang warga Yakima County berusia 21 tahun, menurut sebuah posting Facebook. Serangan itu terjadi setelah dua penembakan massal di California yang telah menewaskan 18 orang dan ketika Amerika Serikat bergulat lagi dengan kengerian kekerasan senjata yang meningkat. Polisi di kota Yakima mengatakan seorang pria membunuh tiga orang di sebuah toko serba ada semalam dalam serangan yang tampaknya tidak beralasan. 

PROHABA.CO, LOS ANGELES – Setelah menghantui negara bagian California, penembakan massal AS baru-baru ini giliran terjadi di Kota Yakima, negara bagian Washington.

Dalam insiden terbaru, seorang pria bersenjata dilaporkan telah melakukan serangan acak dan membunuh tiga orang.

Sempat menelepon ibunya, pelaku penembakan kemudian menembak dirinya sendiri hingga tewas pada Selasa (24/1/2023).

Sebelumnya, dua penembakan massal terjadi di California dan menewaskan 18 orang.

Polisi di Kota Yakima mengatakan, seorang pria bernama Jarid Haddock (21) telah menembak orang-orang di dalam dan sekitar toko serba ada pada Senin (23/1/2023) malam waktu setempat, lalu melarikan diri.

Petugas kemudian meluncurkan perburuan besar-besaran di seluruh kota berpenduduk 100.000 orang itu.

Baca juga: 10 Orang Tewas dalam Penembakan Massal di Festival Imlek

Mereka melakukannya sambil memperingatkan penduduk terkait keberadaan pria bersenjata dan berbahaya yang masih berkeliaran.

"Tidak ada konfl ik nyata di antara kedua belah pihak.

Pelaku masuk begitu saja dan mulai menembak," kata Kepala Polisi Yakima Matthew Murray pada Selasa pagi waktu setempat, dikutip dari AFP.

Beberapa jam kemudian polisi menerima panggilan darurat 911 dari seorang perempuan yang mengatakan bahwa pria yang dicari telah meminjam teleponnya.

"Dia (tersangka) kemudian menelepon ibunya dan membuat beberapa pernyataan yang memberatkan termasuk 'Saya membunuh orang-orang itu'," kata Murray kepada wartawan.

Menurut dia, tersangka juga sempat membuat beberapa pernyataan di depan pemilik telepon bahwa dia akan bunuh diri.

Baca juga: WNI Menjadi Korban Penembakan di Tempat Parkir Pusat Perbelanjaan Amerika Serikat

Baca juga: 21 Warga Tertipu Investasi Bodong Usaha Katering di Kuningan, Kerugian Rp 3 Miliar Lebih

Petugas pertama berlari ke tempat kejadian di dekat supermarket, tiba tepat waktu untuk mendengar suara tembakan saat tersangka bunuh diri.

"Mereka memberikan perawatan medis mencoba menyelamatkan nyawanya, tetapi dia kemudian dinyatakan meninggal," jelas Murray.

Penembakan di Yakima adalah kekerasan senjata terbaru yang mengguncang Amerika Serikat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved