Tahukah Anda
Sisi Negatif ‘Kecerdasan Buatan’ Bisa Ancam Eksistensi Manusia
Kecerdasan buatan atau Artificial Intellegency (A)) dapat membahayakan kesehatan jutaan orang dan menimbulkan ancaman eksistensial bagi umat manusia.
PROHABA.CO, LONDON - Kecerdasan buatan atau Artificial Intellegency (A)) dapat membahayakan kesehatan jutaan orang dan menimbulkan ancaman eksistensial bagi umat manusia.
Hal ini disampaikan dokter dan pakar kesehatan masyarakat saat mereka menyerukan penghentian pengembangan kecerdasan umum buatan sampai benar-benar diatur.
Kecerdasan buatan memiliki potensi untuk merevolusi perawatan kesehatan dengan meningkatkan diagnosis penyakit, menemukan cara yang lebih baik untuk merawatpasien dan memperluas perawatan ke lebih banyak orang.
Namun, perkembangan kecerdasan buatan juga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Hal ini disepakati ahli kesehatan dari Inggris, AS, Australia, Kosta Rika, dan Malaysia dalam jurnal BMJ Global Health.
Dilansir dari Guardian, risiko yang terkait dengan obat-obatan dan perawatan kesehatan termasuk potensi kesalahan AI untuk membahayakan pasien, masalah privasi dan keamanan data, dan penggunaan AI dengan cara yang akan memperburuk kesenjangan sosial dan kesehatan.
Baca juga: Kecerdasan Buatan akan Gantikan 300 Juta Pegawai Penuh Waktu
Baca juga: 7 Tanda Kecerdasan Menurut Sains, Bukan Hanya IQ Tinggi
Baca juga: Nekat Bobol Rumah Anggota TNI, Pemuda Ceking Diringkus
Salah satu contoh bahaya, kata mereka, adalah penggunaan oksimeter denyut berbasis AI yang melebih-lebihkan kadar oksigen darah pada pasien dengan kulit lebih gelap, sehingga hipoksia mereka tidak dapat ditangani dengan baik.
Namun, mereka juga memperingatkan ancaman global yang lebih luas dari AI terhadap kesehatan manusia dan bahkan keberadaan manusia.
AI dapat membahayakan kesehatan jutaan orang melalui determinan sosial kesehatan melalui kontrol dan manipulasi orang, penggunaan senjata otonom yang mematikan, dan efek kesehatan mental dari pengangguran massal jika sistem berbasis AI menggantikan sejumlah besar pekerja.
“Ketika dikombinasikan dengan kemampuan yang meningkat pesat untuk mendistorsi atau menggambarkan realitas dengan kepalsuan yang mendalam, sistem informasi yang digerakkan oleh AI dapat semakin merusak demokrasi,” ujar para ahli.
(Kompas.com)
Baca juga: Pertama di Dunia, Dokter Operasi Kelainan Otak Janin dalam Rahim
Baca juga: Cara Mendaftar dan Dapatkan KIP Kuliah Digital untuk Kuliah Gratis
Baca juga: 7 Digital Skill Ini Dibutuhkan di Masa Depan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-kecerdasan-buatan-di-era-digital.jpg)