Jumat, 10 April 2026

Tahukah Anda

Mengapa Lautan di Dunia Berubah Warna, Berikut Penjelasannya

Saat ini lautan dunia tengah mengalami perubahan warna. Para ilmuwan mengatakan fenomena ini disebabkan kerusakan iklim, yang dipicu oleh aktivitas

Editor: Muliadi Gani
NASA and Joshua Stevens via IFL SCIENCE
Studi mengungkapkan lautan di dunia mengalami perubahan warna. Tampak gambar laut Bumi yang menghijau dipotret menggunakan satelit. 

PROHABA.CO - Saat ini lautan dunia tengah mengalami perubahan warna. Para ilmuwan mengatakan fenomena ini disebabkan kerusakan iklim, yang dipicu oleh aktivitas manusia. 

Penelitian terbaru, yang dipublikasikan di jurnal Nature, menunjukkan bahwa lautan yang berwarna biru gelap menjadi semakin hijau dari waktu ke waktu.

Wilayah di garis lintang rendah yang dekat dengan khatulistiwa adalah yang paling terpengaruh. 

Peneliti menemukan sebagian besar lautan di Bumi, yakni sekitar 56 persen, berubah warna menjadi hijau.

Kesimpulan tentang perubahan warna lautan di dunia ini diperoleh setelah mereka melakukan analisis citra satelit selama dua dekade.

Akan tetapi, mengapa warna lautan di dunia bisa terjadi?

Dikutip dari IFL Science, Jumat (14/7/2023) menurut peneliti, perubahan warna laut Bumi teramati di lautan tropis dekat khatulistiwa.

Bahkan di garis lintang yang lebih rendah, ekosistem laut permukaan menjadi lebih hijau selama 20 tahun terakhir.

Baca juga: Usai Badai Es, Gurun Pasir Arab Saudi Berubah Warna

Itu menunjukkan bahwa ada sesuatu yang berubah pada ekosistem di bawah gelombang karena warna lautan merupakan cerminan dari flora dan fauna di dalam perairan.

Tim peneliti tidak 100 persen yakin mengenai mengapa lautan di dunia berubah warna, tetapi mereka berpikir bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia adalah biang keladinya.

"Saya telah menjalankan simulasi yang telah memberi tahu saya selama bertahun-tahun bahwa perubahan warna lautan ini akan terjadi," ungkap Stephanie Dutkiewicz, peneliti senior di Departemen Ilmu Bumi, Atmosfer, dan Planet di MIT.

“Benar-benar melihatnya terjadi secara nyata tidaklah mengejutkan, tetapi menakutkan.

Dan perubahan ini konsisten dengan perubahan yang disebabkan oleh manusia terhadap iklim kita,” ujarnya.

Analisis warna lautan Para peneliti menganalisis warna lautan menggunakan Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) di satelit Aqua.

MODIS mampu melakukan pengukuran dalam tujuh panjang gelombang tampak, termasuk dua panjang gelombang yang terkait dengan pengukuran klorofi l, selama studi analisis perubahan warna lautan di dunia ini dilakukan.

Baca juga: Dampak Perubahan Iklim Sebabkan Gletser Himalaya Mencair Lebih Cepat

Baca juga: Perubahan Iklim Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan Kulit, Ini yang Harus Dilakukan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved