Rabu, 8 April 2026

Luar Negeri

Prancis Larang Siswi Pakai Abaya ke Sekolah

Pihak berwenang di Prancis mulai memberlakukan larangan penggunaan pakaian muslim abaya bagi murid perempuan di sekolah

Editor: Muliadi Gani
AFP/NICOLAS TUCAT
Seorang perempuan mengenakan gaun abaya (kuning) berjalan di jalanan Marseille, Perancis selatan, pada 29 Agustus 2023. Abaya -gaun panjang yang menjuntai dari Timur Tengah akan dilarang untuk siswi sekolah, kata Menteri Pendidikan Perancis, Gabriel Attal kepada wartawan pada 27 Agustus 2023, saat para siswa bersiap untuk kembali ke ruang kelas mereka setelah liburan musim panas. 

PROHABA.CO, PARIS - Beberapa sekolah di Prancis memulangkan puluhan siswi gara-gara menolak melepas abaya di hari pertama tahun ajaran baru.

Menteri Pendidikan Nasional dan Pemuda Prancis Gabriel Attal mengatakan ada sekitar 300 siswi Muslim yang dengan sengaja datang ke sekolah mengenakan abaya, untuk menentang larangan pemakaian abaya di sekolah-sekolah.

Pihak berwenang di Prancis mulai memberlakukan larangan penggunaan pakaian muslim abaya bagi murid perempuan di sekolah pada Senin (4/9/2023).

Dalam praktiknya, lebih dari 500 sekolah langsung berada di bawah pengawasan saat anak-anak mulai kembali ke kelas.

Pemerintah Prancis mengumumkan pada bulan lalu bahwa mereka melarang abaya dipakai di sekolah-sekolah.

Mereka saat itu mengatakan, hal tersebut melanggar aturan sekularisme dalam pendidikan.

Pemerintah Prancis sebelumnya juga telah membuat jilbab muslim dilarang dengan alasan hal itu merupakan bentuk afiliasi agama.

Larangan jilbab dan abaya telah menjadiperdebatan sengit di Prancis.

Kebijakan ini mungkin menggembirakan bagi kalangan politik kanan, tapi kalangan kiri berargumen itu sebagai penghinaan terhadap kebebasan sipil.

Baca juga: Wanita Muslim India Lawan Larangan Berhijab di Sekolah

“Semua berjalan lancar pagi ini.

Tidak ada insiden untuk saat ini.

Kami akan terus waspada sepanjang hari agar para siswa memahami arti dari aturan ini,” kata Perdana Menteri Prancis, Elisabeth Borne, saat ia mengunjungi sebuah sekolah di Prancis utara.

Namun, dia menambahkan masih ada sejumlah sekolah yang siswinya datang dengan mengenakan abaya.

“Beberapa siswi setuju untuk menanggalkannya.

Untuk yang lainnya, kami akan berdiskusi dengan mereka dan menggunakan pendekatan pendidikan untuk menjelaskan bahwa ada hukum yang sedang diterapkan,” tambahnya, sebagaimana dikutip dari AFP.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved