Kamis, 28 Mei 2026

Berita Viral

Pedagang Tanah Abang juga Minta e-Commerce Lain Ditutup, Ini Respons Netizen

Para pedagang tersebut merasa rugi lantaran jual beli online menawarkan harga yang jauh lebih murah.

Tayang:
Penulis: TM Farizi | Editor: Jamaluddin
KOLASE PROHABA.CO/Tribunnews.com
Pedagang Tanah Abang minta Shopee dan Lazada ikut dihapus seperti TikTok Shop. 

Selain itu, dari Data Statista Market Insights menunjukkan pada akhir tahun 2022, Indonesia memiliki sekitar 178,94 juta pengguna e-Commerce.

PROHABA.CO - Tiktok Shop resmi ditutup pada Rabu (4/10/2023) pukul 17.00 WIB.

Penutupan itu dilakukan pemerintah terkait masalah perizinan.

Setelah dinyatakan TikTok Shop tak beroperasi lagi, kini viral pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali meminta e-commerce lain seperti Shopee dan Lazada ditutup.

Beberapa pedagang di Pasar Tanah Abang memasang poster yang berisi perminta untuk penghapusan e-commerce lain.

"Tolong hapuskan TikTok Shop, Lazada, Shopee.

Tolong kami pak," demikian isi tulisan di poster tersebut.

"Kembalikan Tanah Abang yang dulu Pak," kutip poster lain.

Baca juga: Luna Maya Dukung Pemerintah TikTok Shop Ditutup

Para pedagang tersebut merasa rugi lantaran jual beli online menawarkan harga yang jauh lebih murah.

Aksi para pedagang ini menjadi viral setelah dibagikan oleh beberapa akun sosial media.

Salah satu akun yang membagikan unggahan itu adalah instagram @palembang.terciduk dan kini menjadi ramai diperbincangkan,

Unggahan berupa gambar itu mendapat beragam tanggapan dari warganet.

Beberapa netizen menolak dan menilai Pedagang Tanah Abang melunjak.

"Emang dikira yang butuh duit cuma penjual di Tanah Abang apa gmn?," bunyi salah satu komrentar.

Baca juga: Viral di TikTok Aturan Dosen yang Nyeleneh Minta Dipanggil Yang Mulia oleh Mahasiswa

"Coba deh belajar mengikuti teknologi, hidup itu keras makanya harus belajar dan berjuang," tambah netizen lain.

"Kebangetan sih, udah dikasih hati malah minta jantung.” tulis warganet lainnya.

Para pedagang juga mengaku menginginkan pasar tradisional kembali ramai.

Di mana masyarakat berbondong-bondong belanja ke Pasar Tanah Abang.

Namun, cara penjualan harus berubah seiring perkembangan teknologi.

Data We Are Social menunjukkan 178,9 juta orang Indonesia sudah berbelanja online selama tahun 2022 lalu.

Baca juga: Panti Asuhan di Medan Diduga Eksploitasi Anak lewat Tiktok, Pengelolanya Diciduk Polisi

Perubahan pola belanja yang dialami masyarakat Indonesia kini menjadi peluang besar bagi pebisnis lokal seperti UMKM untuk turut bertransformasi digital dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Selain itu, dari Data Statista Market Insights menunjukkan pada akhir tahun 2022, Indonesia memiliki sekitar 178,94 juta pengguna e-Commerce.

Angka ini diprediksi terus meningkat ke 196,47 juta pengguna pada akhir 2023 nanti.

Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) memperkirakan transaksi bisnis e-Commerce di tahun 2023 akan mencapai Rp 700 triliun.

Besarnya potensi di e-Commerce ini mendorong kebutuhan layanan dan fasilitas logistik yang prima untuk bisa mempercepat laju transaksi e-Commerce di Indonesia. (Penulis adalah mahasiswa internship dari Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat)

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved