Selasa, 14 April 2026

Palestina vs Israel

Israel Tak Cukup Siap Diserang Hamas, Intelijen pun Disalahkan dan Gagal

Kelompok Hamas di Palestina melancarkan serangan mendadak besar- besaran terhadap Israel hari itu, dengan menembakkan ribuan roket dari Gaza

Editor: Muliadi Gani
AFP/MAHMUD HAMS
Situasi terkini perang Hamas-Israel. Asap membubung di atas gedung-gedung Kota Gaza pada Sabtu (7/10/2023), saat serangan udara Israel menghantam gedung Palestine Tower. Sedikitnya 70 orang dilaporkan tewas di Israel, sedangkan otoritas Gaza merilis jumlah korban tewas sebanyak 198 orang. 

PROHABA.CO, PARIS - Badan-badan intelijen Israel telah memperoleh aura yang tak terkalahkan selama beberapa dekade karena serangkaian pencapaiannya.

Israel telah menggagalkan rencana yang disebarkan di Tepi Barat, diduga memburu agen Hamas di Dubai dan dituduh membunuh ilmuwan nuklir Iran di jantung Iran.

Bahkan ketika upaya mereka gagal, lembaga-lembaga seperti Mossad, Shin Bet dan intelijen militer tetap mempertahankan mistik mereka.

Duta Besar Israel untuk Prancis, Raphael Morav, pada Sabtu (7/10/2023) mengatakan bahwa negaranya tidak cukup siap saat diserang Hamas.

Kelompok Hamas di Palestina melancarkan serangan mendadak besar- besaran terhadap Israel hari itu, dengan menembakkan ribuan roket dari Gaza dan mengerahkan prajuritnya.

Israel diserang Hamas padaSabtu (7/10/2023) pagi dari Jalur Gaza -melalui udara, darat, dan laut- kemudian membalasnya dengan serangan udara di daerah kantong yang diblokade tersebut.

Ini adalah konflik Israel-Palestina dengan korban terbanyak sejak Mei 2021.

“Terkait kejutan ini kami tidak cukup siap menghadapinya, kami bahkan bisa katakan hampir tidak siap,” kata Dubes Morav dalam wawancara dengan radio Prancis, Europe 1.

Ketika ditanya tentang kemungkinan kegagalan badan intelijen Israel, Morav menjawab, “Tentu saja, ya... karena biasanya kami seharusnya sudah siap.”

“Pelajaran harus diambil,” tambahnya, dikutip dari Kantor Berita AFP.

Kementerian Kesehatan Gaza pada Minggu (8/10/2023) mengumumkan, jumlah korban tewas 313 orang dan 1.990 korban luka-luka.

Hamas menguasai Gaza sejak 2007, menyebabkan blokade Israel yang melumpuhkan wilayah miskin berpenduduk 2,3 juta orang itu.

Baca juga: Hamas dan Hizbullah Kompak Serang Israel, Tembaki Perbatasan Dengan Mortir

5 Poin serangan Hamas

Penguasa militan Hamas di Gaza secara mendadak pada Sabtu (7/10/2023), menggempur Israel dari berbagai penjuru, baik udara, darat maupun laut.

Jutaan warga Israel di bagian selatan negara itu terbangun karena suara roket dan dentuman yang tak terhindarkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved