Kriminal
Pria Pruh Baya Tewas Ditikam di Warung Tuak, Begini Kronologinya
korban dipukul pelaku pada bagian leher kanan dan terjatuh ke semak-semak karena sudah dalam kondisi mabuk berat.
Penulis: Sahasnataini | Editor: Jamaluddin
"Kemudian korban dipukul pelaku pada bagian leher kanan dan terjatuh ke semak-semak karena sudah dalam kondisi mabuk berat.
Korban sempat menarik pelaku sambil tertawa dan berkata, ayolah bebere katanya.
Kemudian pelaku dan korban kembali ke warung dan duduk di meja yang sama dan duduk berhadapan," timpal Wirhan.
Tidak berhenti di situ, selang 30 menit kemudian, pelaku kembali ke rumahnya untuk mengambil jaket warna kuning.
Sedangkan korban sudah dalam posisi mabuk berat, tertidur di kursi dengan posisi terlentang.
"Baru sekitar pukul 01.15 pelaku ke belakang warung buang air kecil dan melihat sebilah pisau terletak di sekitar kamar mandi.
Di situ pelaku selanjutnya menyimpan pisau ke kantong jaket yang dipakai pelaku dan kembali ke meja.
Sekitar pukul 02.00, tiba tiba pelaku menikami korban berkali-kali pada bagian dada, leher, dan anggota tubuh lainnya," ucap Wirhan.
Baca juga: Seorang Perempuan di Tangerang Tewas Ditikam Teman Akrab Anaknya
Korban yang sedang tertidur sempat sadar saat ia menerima tikaman pertama.
Ia juga sempat bertanya alasan mengapa dirinya ditikam.
Namun tanpa banyak bicara, pelaku kembali melanjutkan aksinya menikam korban pada bagian leher sebelah kanan satu kali dan pada bagian perut satu kali.
"Setelah kejadian itu, korban tersungkur ke lantai dan pelaku lari ke belakang warung serta membuang pisau ke arah belakang warung.
Lalu, pelaku meninggalkan TKP (tempat kejadian perkara) menggunakan sepeda motor Honda Beat yang dipakainya datang ke lokasi.
Pisaunya ditemukan sekitar 20 meter dari TKP arah belakang.
Pelaku berhasil ditangkap pukul 03.00 pagi dari rumah neneknya," tutup Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang.(Penulis adalah mahasiswa Internship dari Universitas Malikussaleh, Aceh Utara)
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/pria-paruh-baya-tewa-usai-ditikam-di-warung-tuak-begini-kronolinya.jpg)