Hari Santri Nasional 2023
500 Santri Hadiri Peringatan HSN Ke-9 Tingkat Provinsi Aceh di Dayah Inshafuddin
Sekitar 500 santri mengikuti upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Ke-9 Tingkat Provinsi Aceh pada Selasa (24/10/2023) pagi.
Santri tersebut antara lain berasal dari Dayah Terpadu Inshafuddin, Dayah Madinatul Fata, Dayah Babun Najah, Dayah MINI Aceh, Dayah Darul 'Ulum, dan Dayah MUQ Pagar Air.
PROHABA.CO, BANDA ACEH - Sekitar 500 santri dari sejumlah dayah di Banda Aceh dan Aceh Besar mengikuti upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Ke-9 Tingkat Provinsi Aceh pada Selasa (24/10/2023) pagi.
Santri tersebut antara lain berasal dari Dayah Terpadu Inshafuddin, Dayah Madinatul Fata, Dayah Babun Najah, Dayah MINI Aceh, Dayah Darul 'Ulum, dan Dayah MUQ Pagar Air.
Upacara yang dilaksanakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh, itu berlangsung di Kompleks Dayah Terpadu Inshafuddin, Banda Aceh.
Sekda Aceh, Bustami SE MSi, bertindak sebagai inspektur upacara.
Hadir pula, Pimpinan Dayah Inshafuddin Banda Aceh Abi Daud Hasbi, perwakilan Forkopimda Aceh, Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Musmulyadi SPdI MM, Dirbinmas Polda Aceh, Kombes Sugeng, perwakilan Pangdam IM, perwakilan Kajati Aceh, dan unsur Forkopimda lainya.
Tamu undangan lain yang hadir adalah sejumlah Kepala SKPA.
Di antaranya, Kadis Kesehatan Aceh, dr Munawar, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Edi Yandra, Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman, Kepala Biro Organisasi Setda Aceh, Daniel Arca, Plt Kadis Sosial Aceh, Devi Riansyah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, Kepala Biro Isra, Yusrizal.
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tingka Provinsi Aceh tahun ini turut dimeriahkan dengan atraksi pencak silat dan tarian kolosal yang ditampilkan oleh santri Dayah Terpadu Inshafuddin.
Sementara itu, Bustami dalam sambutannya menyampaikan, Hari Santri Nasional merupakan momentum penting dalam mengenang peran tak tergantikan para santri dalam membentuk perjuangan dan peradaban bangsa Indonesia.
Pesantren atau dayah, menurutnya, merupakan lembaga pendidikan Islam tempat para santri bernaung dan berkontribusi besar dalam sejarah bangsa ini.
“Dari kesadaran akan harmoni dalam beragama, perlawanan kultural di masa penjajahan, perebutan kemerdekaan, pembentukan dasar negara, tercetusnya resolusi jihad 1945, hingga melawan pemberontakan PKI, tak lepas dari peranan pesantren.
Pesantren pula yang menjadi pionir dalam melahirkan komitmen santri untuk mencintai Tanah Air dengan senantiasa berpegang teguh pada kaidah ‘Hubbul Wathan Minal Iman’ atau cinta Tanah Air sebagian dari iman,” ungkap Bustami.
Sekda menjelaskan, komitmen santri masih terus berkobar hingga saat ini.
Karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 menetapkan Hari Santri Nasional jatuh pada tanggal 22 Oktober.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Upacara-Hari-Santri.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Serahkan-Pojok-Baca.jpg)