Perang Hamas Israel
Hadapi Serangan Darat Israel, Hamas Siaga dengan Kekuatan Penuh
Hamas menyatakan bahwa para pejuangnya di Gaza sudah siaga dengan kekuatan penuh guna menghadapi serangan darat Israel.
Kesiapan itu disampaikan Hamas pada Sabtu (28/10/2023) setelah militer Israel memperluas serangan udara dan darat ke wilayah kantong Palestina tersebut.
PROHABA.CO, YERUSSALEM - Hamas menyatakan bahwa para pejuangnya di Gaza sudah siaga dengan kekuatan penuh guna menghadapi serangan darat Israel.
Kesiapan itu disampaikan Hamas pada Sabtu (28/10/2023) setelah militer Israel memperluas serangan udara dan darat ke wilayah kantong Palestina tersebut.
Dikutip dari Antaranews.com, Kelompok perlawanan Palestina yang menguasai Jalur Gaza itu mengungkapkan bahwa para pejuangnya baku tembak dengan pasukan Israel di daerah dekat perbatasan Gaza-Israel setelah Israel meningkatkan serangan mereka di Gaza.
Pada Jumat malam lalu Hamas menyatakan para pejuangnya bertempur melawan pasukan Israel di Kota Beit Hanoun, Gaza timur laut dan Al-Bureij di Gaza tengah.
"Netanyahu dan tentaranya yang sudah terkalahkan tak akan mampu meraih kemenangan militer apa pun," kata Hamas pada Sabtu (28/10/2023) pagi.
Otoritas Kesehatan Palestina mengungkapkan bombardemen Israel sudah merenggut lebih dari 7.000 nyawa warga Palestina.
Sementara Israel mengatakan bahwa 1.400 orang warga sipilnya dan lebih dari 200 orang disandera, yang beberapa di antaranya warga negara asing atau atau dengan dua kewarganegaraan Israel.
Hari ini (kemarin-red), militer Israel mengaku sudah membunuh pemimpin sayap udara Hamas, yang turut merencanakan serangan 7 Oktober di kota-kota Israel selatan.
Angkatan Bersenjata Israel (IDF) mengungkapkan pesawat-pesawat tempurnya telah menyerang Asem Abu Rakaba, kepala sayap militer udara Hamas, yang bertanggung jawab atas UAV (wahana udara tak berawak), drone, paralayang, deteksi udara, dan pertahanan udara Hamas.
"Dia turut serta dalam merencanakan pembantaian di daerah-daerah sekeliling Jalur Gaza pada 7 Oktober. Dialah yang mengarahkan para teroris menyusup ke Israel menggunakan paralayang dan bertanggung jawab atas serangan drone di pos-pos IDF," kata IDF dikutip dari Antaranews.com.
Sanjung resolusi gencatan senjata
Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Liga Arab menyanjung resolusi yang disahkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (28/10/2023) dini hari yang menyerukan "gencatan senjata kemanusiaan" di Jalur Gaza.
"Adopsi resolusi oleh sebagian besar (negara) mencerminkan tren yang jelas dalam opini publik dunia yang menolak terus berlangsungnya agresi terhadap Jalur Gaza karena dampak terhadap kemanusiaan yang begitu besar dan pasti menyasar warga sipil," kata Sekjen Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, dalam sebuah pernyataan.
"Resolusi itu mencakup pentingnya pelindungan bagi warga sipil, pembukaan koridor kemanusiaan dan perlunya mematuhi hukum kemanusiaan internasional," sambungnya.
Majelis Umum PBB pada Jumat (27/10/2023) menyetujui resolusi yang menyerukan "gencatan senjata kemanusiaan yang berlangsung lama dan berkelanjutan" segera di Gaza.
Draf resolusi yang diajukan hampir 50 negara, termasuk Turki, Palestina, Mesir, Yordania, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UAE) itu, memperoleh dukungan 120 suara, dengan 14 suara menolak dan 45 lainnya abstain.
Diadopsi pada pertemuan Sidang Khusus Darurat ke-10 mengenai situasi di Wilayah Pendudukan Palestina, draf tersebut mengungkapkan “keprihatinan luar biasa” atas “eskalasi kekerasan terkini” sejak Hamas melancarkan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober.
Resolusi itu mengecam "segala aksi kekerasan terhadap warga sipil Palestina dan Israel, termasuk semua aksi teror dan serangan tanpa pandang bulu, serta semua tindakan provokasi, penghasutan dan penghancuran."
Resolusi itu juga meminta agar "seluruh pihak segera dan sepenuhnya mematuhi kewajiban mereka di bahwa hukum internasional."
Resolusi PBB itu juga menekankan pentingnya “mencegah destabilisasi dan eskalasi kekerasan lebih lanjut di kawasan.”
Pemerintah Israel menggambarkan resolusi tersebut sebagai hal yang tercela dan menolak seruan gencatan senjata. (*)
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Demo-Dukung-Palestina-di-AS.jpg)