Rabu, 8 April 2026

Hari Sumpah Pemuda

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pintu Aceh Gelar Diskusi Saatnya Pemuda Aceh Bangkit

Diskusi tersebut mengusung tema “Saatnya Pemuda Aceh Bangkit” dengan semangat kepemudaan, kreatifitas anak Aceh di perkembangan dunia digital saat ini

Editor: IKL
Ist
pemateri berfoto bersama di sela-sela diskusi publik Hari Sumpah Pemuda ke-95 yang digelar oleh Pintu Aceh di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu (28/10/2023). 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Perhimpunan Intelektual Muda Aceh atau lebih dikenal dengan Pintu Aceh menggelar diskusi publik di Open Stage Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu (23/10/2023).

Diskusi itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-95.

Hari Sumpah Pemuda tahun ini sebagai momentum membangkitkan semangat kolaborasi memajukan negeri melalui kreatifitas para pemuda Aceh.

Diskusi tersebut mengusung tema “Saatnya Pemuda Aceh Bangkit” dengan semangat kepemudaan, kreatifitas anak Aceh di perkembangan dunia digital yang sangat pesat.

Diskusi publik ini diikuti lintas komunitas, pelajar, mahasiswa hingga organisasi kepemudaan di Aceh.

Hadir sebagai pemateri adalah Awien Syuib, seorang konten kreator. Kemudian Suhil Alfata, Founder Berucap, komunitas yang membina anak muda Aceh untuk berani berbicara di ruang publik.

Baca juga: Maknai Sumpah Pemuda, Ayu Azhari Ajak Ketiga Anaknya Rilis Lagu Indonesia Dalam Nafasku

Jasmin Safira, pemudi Aceh yang baru saja lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sedang melaksanakan magang di perusahaan besar. Ia juga merupakan influencer yang sering berbagi konten.

Lalu Gita Melisa, seorang ibu muda yang berprofesi sebagai lawyer dan juga seorang duta wisata influencer, dan Gilbrandais, konten kreator, dan perwakilan dari KNPI Aceh.

“Pemuda yang bangkit itu adalah pemuda yang berani mencoba banyak hal dan punya kemauan untuk keluar dari zona nyaman serta memiliki mentaliti bertumbuh agar mampu memenuhi rasa penasarannya,” ucap Suhil.

Hal ini disampaikan, karena ia merasa generasi sekarang takut untuk mencoba, takut gagal, akhirnya tak ada satupun hal positif yang dilakukan karena rasa takut tersebut.

Pemuda Aceh harus lebih banyak explore dan ekspresif lagi, semua orang punya peluang untuk menyalurkan bakat dan memanfaatkan media sosial untuk menunjukkannya.

Dais dari KNPI Aceh mengharapkan para pemuda Aceh ikut berperan aktif bersama KNPI dalam mewujudkan dukungan nyata bagi UMKM di Aceh dengan menjalankan program pendukung bagi masyarakat.

Kegiatan diskusi ini ditutup dengan harapan bahwa pemuda Aceh benar-benar bangkit dengan kapasitas masing-masing, dalam mengembangkan diri dan membangun Aceh menjadi daerah yang maju dan berkarakter. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved