Tanah Longsor

Korban Longsor di Subulussalam Sering Mimpi Teman yang Belum Ditemukan, Begini Ceritanya

Salah satu kisahnya, ada seorang korban yang selamat dari bencana itu hingga kini sering memimpikan temannya yang belum ditemukan.

Editor: Jamaluddin
Thumbnail Serambi On TV
Dua korban longsor Subulussalam selamat. 

Sementara teman Raja Alkautsar yang belum ditemukan dan kerap ia mimpikan adalah Edi Sukmawan.

PROHABA.CO, LHOKSEUMAWE – Bencana tanah longsor yang terjadi di Kota Subulussalam beberapa hari lalu hingga kini masih menyisakan cerita yang menarik untuk diikuti.

Salah satu kisahnya, ada seorang korban yang selamat dari bencana itu hingga kini sering memimpikan temannya yang belum ditemukan.

Hal itu dialami oleh korban yang selamat dari tanah longsor tersebut bernama Raja Alkautsar.

Raja Alkautsar adalah warga Desa Blang Cruem Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Sementara teman Raja Alkautsar yang belum ditemukan dan kerap ia mimpikan adalah Edi Sukmawan.

Untuk diketahui, Edi Sukmawan merupakan satu dari tiga korban longsong Subulussalam yang hingga saat ini belum ditemukan.

Dikutip dari Kompas.com, Istri Raja Alkautsar, Atna Tariani, yang dihubungi melalui telepon pada Selasa (31/10/2023), mengatakan, suaminya mengalami luka sangat parah akibat tertimbun longsor tersebut.

Karena itu, menurut Atna, Raja Alkautsar hingga kini belum bisa dioperasi.

“Tulang bagian kanan perutnya patah, perut juga ada gumpalan darah, dan dagu retak,” jelas Atna.

Baca juga: CUACA BURUK, Tim SAR Sementara Hentikan Pencarian Tiga Korban Longsor Subulussalam

Baca juga: Tim SAR Lanjutkan Pencarian Tiga Korban Longsor Subulussalam

Baca juga: AKHIRNYA, Dua Korban Longsor Subulussalam Selamat

Menurutnya, Raja Alkautsar yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa, Banda Aceh, kini mulai sadar.

Namun, sambung Atna, dokter masih menunggu kondisi suaminya stabil untuk bisa dioperasi.

Dengan kata lain, Raja Alkautsar kini sedang menunggu jadwal operasi.

“Kata dokter, tunggu gumpalan darah di dalamnya dikeluarkan dulu, baru bisa dioperasi,” ungkap Atna Tariani.

Ia juga menyatakan, suaminya yang terbaring lemas di rumah sakit juga masih trauma.

“Belum ada bantuan dari Pemko Lhokseumawe maupun instansi lain,” tutur Atna.

Baca juga: Banjir Rendam Jalan Nasional di Subulussalam Akibat Meluap Sungai Sarkea, Lalulintas Terganggu

Baca juga: 4 Ruang Belajar SDN SP3 Ginasing Subulussalam Terbakar

Baca juga: NGERI, Longsor Jalan Nasional di Subulussalam

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam, hingga hari keempat masih mencari tiga korban longsor yang belum ditemukan.

Mereka adalah Edi Sukmawan (27) warga Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Ibrahim Pangabean asal Maindal, Kota Medan, Sumatera Utara, dan Bripka Kurniadi, personel Polsek Penanggalan, Subulussalam.

Longsor terjadi di Km 12+600 Jalan Nasional Subulussalam-Medan.

Belum satu pun korban itu berhasil ditemukan oleh tim gabungan yang melakukan pencarian di kawasan longsor tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Korban Longsor Aceh, Kerap Mimpi Teman yang Belum Ditemukan", 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved