Superball
Karier, Prestasi dan Kisah Cinta Lionel Messi dengan Antonella
Kepiawaian La Pulga dalam menggiring bola pun menghadirkan beragam prestasi gemilang di level klub dan internasional. Namun, sinar Messi tak selalu
Ia juga sempat menderita saat bermain di level internasional bersama Argentina.
Messi memang memiliki sebuah beban berat di pundak ketika mengenakan seragam Argentina.
Pasalnya, Messi disandingkan dengan legenda Argentina, Diego Maradona, yang kerap dianggap sebagai dewa atau Tuhan.
Diego Maradona disebut sebagai lambang kesaktian sepak bola Argentina karena kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bulat dan prestasi gemilang bersama Tim Tango via torehan trofi Piala Dunia 1986.
Messi pun dituntut bisa menyamai pencapaian-pencapaian Maradona bersama Argentina, terutama dengan membawa pulang trofi Piala Dunia ke tanah Tango.
Laju Messi untuk meraih trofi Piala Dunia mengalami hambatan hebat.
Kritik dan tangisan mewarnai perjalanan Messi untuk menggapai mimpi mempersembahkan trofi paling bergengsi sepak bola itu.
Langsung ke momen Piala Dunia 2014.
Saat itu, Messi berhasil mengantarkan Argentina bersua Jerman di partai final.
Namun, Piala Dunia 2014 bukan tempat tepat bagi Messi untuk menyamai prestasi Maradona bersama Argentina.
Ya, Messi bersama Argentina tumbang 0-1 secara dramatis dari Jerman seusai Mario Goetze mencetak gol pada injury time, tepatnya menit ke-113.
Messi hancur, matanya berkaca-kaca.
Ia tak percaya trofi yang paling diidam-idamkannya harus jatuh ke tangan Jerman.
Seolah-olah beragam lagu sedih mengelilingi Messi saat gagal untuk mencium trofi Piala Dunia 2014.
Mungkin, lagu paling tepat untuk menggambarkan Messi ketika Piala Dunia 2014 adalah milik Silampukau “Aku Duduk Menanti”.
Baca juga: Messi Raih Gelar Ballon dOr 2023,Ada Fakta Menarik Jam Tangan Edisi Khusus & Berbalut Emas 18 Karat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/kisah-cinta-Lionel-Messi-dan-Antonella.jpg)