Berita Lhokseumawe
Warga Dipatuk Ular, Stok Serum Antibisa di Depo Dinkes Kosong
Namun sayangnya, hingga seminggu berselang dia tidak kunjung mendapatkan serum antibisa ular (SABU), walau dirinya sudah mendatangi dua rumah sakit.
Pada dasarnya, petugas rumah sakit sudah berkoordinasi ke Dinas Kesehatan Aceh Utara, Dinas Kesehatan Lhokseumawe, dan sejumlah puskesmas, tapi memang stok SABU sedang kosong.
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
PROHABA.CO, LHOKSEUMAWE - Nurdin Maulana (51) asal Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, digigit ular pekan lalu.
Namun sayangnya, hingga seminggu berselang dia tidak kunjung mendapatkan serum antibisa ular (SABU), walau dirinya sudah mendatangi dua rumah sakit.
Alasan dia tidak bisa mendapatkan SABU dikarenakan stok serum tersebut sedang kosong di rumah sakit maupun di depo obat Dinkes Kota Lhokseumawe.
Nurdin, kepada Prohaba.co menceritakan pada Senin (20/11/2023) sore bahwa ia sedang memungut melinjo di belakang rumahnya.
Tiba-tiba tangan kanannya dipatuk ular.
"Jenis ularnya saya tidak tahu, tapi berwarna kuning agak kecokelatan," katanya.
Setelah dipatuk ular, tangannya terasa nyeri dan kepalanya mulai pening.
Pihak keluarga langsung membawanya ke Rumah Sakit Arun Lhokseumawe di Batuphat.
Namun sayangnya, saat sampai di UGD Rumah Sakit Arun, dirinya tidak bisa mendapatkan suntikan SABU.
Alasan paramedis di rumah sakit itu stok SABU sedang kosong.
Baca juga: Ular Berbisa Masuk Rumah Warga di Lembah Seulawah
Lalu, pihak Rumah Sakit Arun merujuk korban ke Rumah Sakit Cut Mutia Aceh Utara di Bukit Rata Lhokseumawe.
Namun kondisinya tetap sama, Nurdin tidak bisa mendapatkan suntikan SABU.
"Tapi hanya disuntik antitetanus saja," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Nurdin-yang-digigit-ular-sedang-dirawat-di-rumah-sakit.jpg)