Sabtu, 18 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

Puluhan Orang Tewas Dalam Serangan Udara Militer Israel Semalam

Kami pergi ke sana, dan kami melihat tetangga kami yang memiliki 10 orang syahid,” kata Fadel Shabaan, seorang warga yang bergegas ke lokasi pemboman.

Penulis: Luthfi Alfizra | Editor: Muliadi Gani
Mahmud Hams/AFP
Serangan udara Israel telah menewaskan sedikitnya 26 orang di kota Rafah di selatan, tempat puluhan ribu pengungsi Palestina mencari perlindungan dalam beberapa hari terakhir 

Puluhan Orang Tewas Dalam Serangan Udara Militer Israel Semalam

PROHABA.CO, YERUSALEM - Sebanyak 26 orang warga Gaza tewas akibat serangan udara militer Israel di Rafah, Gaza selatan pada Kamis (14/12/2023).

Aljazeera telah memverifikasi rekaman yang dibagikan secara online terkait kejadian penyerangan pada malam tersebut.

Kejadian tersebut terjadi ketika ribuan orang pengungsi sedang mencari perlindungan sejak gencatan senjata selama seminggu yang lalu telah gagal pada awal Desember.

Dua rumah milik keluarga Abu Dhbaa dan Ashour telah hancur dalam serangan udara itu.

Melansir dari Aljazeera pada Jumat (15/12/2023), "Sulit karena debu dan jeritan orang.

Kami pergi ke sana, dan kami melihat tetangga kami yang memiliki 10 orang syahid,” kata Fadel Shabaan, seorang warga yang bergegas ke lokasi pasca pengeboman.

Baca juga: Serangan Israel Tewaskan Jurnalis di Lebanon, HRW: Ini Merupakan Kejahatan Perang

Rafah 2233
Warga Palestina melarikan diri setelah pemboman Israel pada 14 Desember 2023 di Rafah di Jalur Gaza selatan

“Ini adalah kamp pengungsi yang aman. Tidak ada apa pun di sini.

Anak-anak bermain sepak bola di jalanan,” katanya kepada kantor berita Reuters.

Rekaman yang diverifikasi oleh Aljazeera menunjukkan para kerabat berduka atas jasad yang setidaknya berjumlah 20 orang.

Seorang anggota keluarga Ashour menyebutkan bahwa mereka telah kehilangan ibu, dua saudara laki-lakinya, istri, dan juga anak-anaknya.

"Saya punya keponakan yang masih tertimbun reruntuhan," katanya.

"Kami telah membuat orang-orang mengungsi. Salah satunya adalah sepupu kami yang mengungsi dari utara.

Tetangga kami dan neneknya yang mengungsi dari Beit Lahiya juga dibunuh," tambahnya lagi.

Anggota keluarga Ashour lainnya mengatakan ada lebih dari 50 orang di dalam gedung berlantai empat itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved