Perang Hamas Israel
Mengenal Yahya Sinwar, Pemimpin Hamas di Gaza yang Diincar Israel
Pejabat Israel mengatakan bahwa Sinwar merupakan pemimpin Hamas di Gaza dan anggota politbiro Hamas sejak tahun 2013.
Menurut Pejabat Israel, Yahya Sinwar adalah salah satu dalang di balik serangan 7 Oktober 2023 lalu, bersama Mohammed Deif, komandan sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam, dan Wakilnya Marwan Issa.
PROHABA.CO, BEIRUT - Ketika Operasi Al-Aqsa Flood yang digagas Hamas menerobos tembok pembatas yang dibangun Israel di sekitar Gaza, menyerbu kota-kota Israel, menewaskan 1.200 orang, dan menyandera 240 orang lainnya Sejak 7 Oktober 2023 lalu, pihak berwenang Israel mengincar satu orang.
Orang itu adalah Yahya Sinwar.
Pejabat Israel mengatakan bahwa Sinwar merupakan pemimpin Hamas di Gaza dan anggota politbiro Hamas sejak tahun 2013.
Menurut Pejabat Israel, Yahya Sinwar adalah salah satu dalang di balik serangan 7 Oktober 2023 lalu, bersama Mohammed Deif, komandan sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam, dan Wakilnya Marwan Issa.
Namun, Sinwar tampaknya menjadi target terbesar, karena Netanyahu dan pejabat Israel lainnya menganggap pria berjulukan The Walking Dead itu sebagai ancaman serius bagi mereka.
Dikutip dari Kompas.com, Yahya Sinwar lahir pada tahun 1962 di sebuah kamp pengungsi kawasan Khan Younis, Gaza selatan.
Mereka berasal dari al-Majdal, sebuah desa di Palestina yang dihancurkan dan dibangun untuk menciptakan Kota Israel, Ashkelon.
Sebelum berusia 20 tahun atau pada tahun 1982, Sinwar pertama kali ditangkap oleh pihak berwenang Israel karena kegiatan keagamaan.
Pada tahun 1985, ia ditangkap lagi dan selama masa tahanannya yang kedua inilah Sinwar bertemu dan menjadi dekat dengan pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin.
Sinwar tertarik pada Hamas dan pada usia 25 tahun, ia membantu mendirikan al-Majd, organisasi keamanan internal kelompok tersebut, yang membuatnya memiliki reputasi tanpa kompromi dalam menangani orang-orang Palestina yang berkolaborasi dengan Israel.
Pada tahun 1988 atau di usia 26 tahun, Sinwar ditangkap dan didakwa merencanakan pembunuhan terhadap dua tentara Israel dan membunuh 12 orang Palestina.
Dia dijatuhi empat hukuman seumur hidup.
Selama 22 tahun di penjara, Sinwar tetap disiplin, belajar berbicara, dan membaca bahasa Ibrani dengan lancar, dan menjadi pemimpin di antara para tahanan serta menjadi titik fokus negosiasi dengan staf penjara.
Pada 18 Oktober 2011, Israel menukar lebih dari 1.000 tahanan Palestina dengan Gilad Shalit, seorang tentara Israel yang diculik oleh Hamas, dan Sinwar termasuk di antara orang-orang Palestina yang ditukar dengan Shalit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Yahya-Sinwar-Pemimpin-Hamas-di-Gaza.jpg)