Sabtu, 11 April 2026

Universitaria

Putra Aceh Besar Lulus 'Summa Cum Laude' di Universitas Maroko

Putra Barabung, Aceh Besar, Asyraf Muntazhar, berhasil menamatkan program magisternya dalam masa dua tahun di Universitas Hassan II Ain Chock,

Editor: Muliadi Gani
FOTO: DOK. PRIBADI
Dari kiri ke kanan, Tgk Asyraf Muntazhar, Dr Abdessalam Rhiwi, Prof Dr Abdel Mun’im Kriker, dan Dr Muhammad El Maroufi berfoto bersama selepas sidang tesis Asyraf, putra Aceh Besar yang kuliah di Maroko. 

Tgk Asyraf mempertahankan tesisnya di hadapan sejumlah penguji dari salah satu universitas terbaik di Maroko tersebut, yaitu Prof Dr Abdel Mun'im Kriker dan Dr Muhammad El Maroufi, serta dosen pembimbing tesis, Dr Abdessalam Rhiwi yang turut hadir dalam sidang tersebut.

Laporan Yarmen Dinamika I Banda Aceh

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Putra Barabung, Aceh Besar, Asyraf Muntazhar, berhasil menamatkan program magisternya dalam masa dua tahun di Universitas Hassan II Ain Chock, Casablanca, Kerajaan Maroko pada hari Rabu (20/12/2023) dengan predikat Hasan Jiddan (Summa Cum Laude).

Sidang tesis yang dilaksanakan di Maktabah Kulliyat Ain Chock tersebut berlangsung selama lebih dari dua jam. Tgk Asyraf 'begitu ia biasa disapa' meraih gelar S-2 di Bidang Ilmu Akidah dan Studi Agama-Agama dalam Perspektif Ulama Barat.

Tgk Asyraf mempertahankan tesisnya di hadapan sejumlah penguji dari salah satu universitas terbaik di Maroko tersebut, yaitu Prof Dr Abdel Mun'im Kriker dan Dr Muhammad El Maroufi, serta dosen pembimbing tesis, Dr Abdessalam Rhiwi yang turut hadir dalam sidang tersebut.

Hadir pula sejumlah mahasiswa Maroko dan para pelajar Indonesia di Maroko dari berbagai jenjang pendidikan, mengingat Asyraf menjabat Sekretaris Umum Forum Mahasiswa Aceh Sedunia (Formad).

Alumnus Dayah Insan Qurani, Aceh Besar, ini mempertahankan tesisnya berjudul "Akidah-Akidah Sesat di Republik Indonesia dan Metode Penanggulangannya".

Dalam tesis ini ia mengupas sejumlah pemikiran akidah sesat yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Baca juga: UBBG Mengadakan International Community Services Bersama Kampus Terkemuka Dunia

Ia juga membahas dan meneliti metode yang dilakukan pihak-pihak terkait di Indonesia, seperti pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan sejumlah ormas keagamaan dalam menanggulangi penyebaran akidah sesat tersebut dengan merujuk kepada referensi ulama-ulama Maghrib ‘Arabi (Dunia Barat Islam-Maroko dan sekitarnya) dalam memperkuat argumentasi ilmiahnya.

Prof Abdel Mun'im yang bertindak sebagai pimpinan sidang, dalam komentarnya terhadap tesis Tgk Asyraf turut memuji argumentasi kuat dan informasi lengkap terkait hal-hal yang berkaitan dengan tema tesis, kendati ia tetap memberikan beberapa masukan untuk perbaikan kualitas penulisan karya ilmiah tersebut.

"Saya mengapresiasi karya ilmiah milik Sidi Asyraf Muntazhar yang cukup kuat dalam mengutarakan argumentasi ilmiahnya terkait problematika yang terjadi di negaranya (Indonesia) dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang dipelajarinya selama mengenyam pendidikan di Maroko," ujarnya.

"Semoga sidang tesis ini dapat memotivasi para pelajar Indonesia lainnya untuk terus memacu kualitas pendidikannya dan terus menggali ilmu sebanyak-banyaknya di Maroko ini," pesannya kepada para hadirin.

Di akhir sidang tersebut, para penguji menyepakati dan mengumumkan untuk menganugerahi Tgk Asyraf dengan nilai 18/20 atau predikat Hasan Jiddan yang merupakan predikat tertinggi dalam predikat akademik yang berlaku di Maroko.

Predikat ini setara dengan summa cum laude.

Di Maroko ada empat tingkatan nilai yudisum saat sidang skripsi, tesis, maupun disertasi, yakni maqbul, mustahsan, hasan, dan hasan jiddan.

Baca juga: Malem Diwa USK Raih Prestasi, Kompetisi Internasional di Sirkuit Mandalika

Baca juga: BSI Scholarship Hadir di Aceh, Bantu Beasiswa UKT Rp180 Juta Per Kampus

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved