Sabtu, 11 April 2026

Berita Kriminal

Dua Influencer ini Siarkan Video Alami Penculikan di Kamboja, Ternyata Bohong

Dua orang influencer asal Taiwan dijatuhi hukuman penjara di Kamboja setelah memalsukan penculikan di negara tersebut dan menyiarkan secara langsung

Editor: Muliadi Gani
Mothership
Dua orang influencer asal Taiwan dijatuhi hukuman penjara di Kamboja setelah memalsukan penculikan di negara tersebut dan menyiarkan secara langsung pelariannya. Dua influencer itu, yakni Chen Neng-chuan (31) yang menggunakan nama panggilan Goodnight Chicken, dan Lu Tsu-hsien (34) yang dikenal sebagai Anow.(Mothership) 

PROHABA.CO, PHNOM PENH -  Baru-baru ini beredar video viral di media sosial video penculikan dua orang influencer diculik saat live.

Namun ternyata, video penculikan itu hanyalah settingan. 

Kasus ini terjadi di Kamboja, dimana ada dua influencer asal Taiwan yang membuat konten siaran langsung di negara orang dengan berpura-pura diculik.

Dua orang influencer asal Taiwan dijatuhi hukuman penjara di Kamboja setelah memalsukan penculikan di negara tersebut dan menyiarkan secara langsung pelariannya.

Dua infl uencer itu, yakni Chen Neng-chuan (31) yang menggunakan nama panggilan “Goodnight Chicken” dan Lu Tsu-hsien (34) yang dikenal sebagai “Anow”.

Sebagaimana dilaporkan The Cambodian China Times, keduanya dijatuhi hukuman dua tahunpenjara dan denda 4 juta riel Kamboja (sekitar Rp15 juta) karena dianggap memicu kegaduhan sosial.

Chen terkenal dengan video paranormalnya, dengan 129.000 subscriber di YouTube dan lebih dari 405.000 pengikut di TikTok.

Baca juga: Influencer Palsukan Kehamilan demi Mendapatkan Follower

Beraksi untuk dilihat

Pada Senin (12/2/2024) malam, Chen memulai siaran langsung dan mengeklaim bahwa dirinya telah terperosok masuk ke sebuah kawasan pejahat di Kota Sihanoukville, Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja.

Dalam siaran langsung tersebut, Chen diduga dikejar oleh seseorang yang mengenakan pakaian militer dan kemudian dipukuli sebelum siaran langsung tersebut diputus secara tiba-tiba, demikian dilaporkan ET Today.

Istri Chen yang menangis juga mengatakan bahwa suaminya telah hilang, media lokal melaporkan saat itu.

Keesokan harinya, Chen memulai siaran langsung lainnya dan mengeklaim bahwa dia telah berhasil melarikan diri dari kompleks penipu tersebut.

Dalam video tersebut, kepalanya gundul, bajunya berlubang besar, dan dia terlihat ketakutan karena dia mengaku telah dirampok dan dipukuli.

Setelah siaran langsung dipublikasikan, banyak netizen yang skeptis dengan klaimnya dan seorang anggota Global Anti-scam Organisation (GASO) juga menunjukkan beberapa ketidaksesuaian dalam video Chen.

Selain itu, keluarga Chen tidak mengajukan laporan polisi dan Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan bahwa mereka tidak menerima permintaan bantuan, menurut Focus Taiwan.

Baca juga: Influencer Inggris Nekat Buat Tato Nama Pacar di Dahinya

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved