Selasa, 7 April 2026

Berita Kriminal

Bejat! Seorang Ayah di Taput Cabuli Putrinya dari SD hingga SMA

Seorang ayah di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut) berinisial RH (43) tega mencabuli anak kandungnya sendiri.

Editor: Muliadi Gani
TRIBUN MEDAN/HO
Pelaku cabul terhadap putri kandungnya di Taput diringkus polisi. Saat ini, tersangka berinisial RH (43) sudah di ruang tahanan Mapolres Taput. 

PROHABA.CO, TARUTUNG -  Seorang ayah di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut) berinisial RH (43) tega mencabuli anak kandungnya sendiri.

Perbuatan bejat itu sudah dilakukan pelaku sejak korban masih SD hingga lulus SMA.

Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing menjelaskan, aksi bejat RH menyetubuhi putri kandungnya berkali-kali mulai dari kelas 3 SD hingga terakhir kali pada bulan April 2024 setelah lulus sekolah SMA.

Korban yang bersama ibu kandungnya menyampaikan laporan lebih detail soal perilaku biadab ayah kandungnya setelah ia lulus SMA dan bekerja.

Pada saat ia sedang bekerja, tersangka RH menyuruh pulang korban ke rumah.

"Polres Tapanuli Utara telah menangkap seorang ayah yang tega mencabuli putri kandungnya, pada Sabtu (25/5/2024).

Baca juga: Cabuli Anak Kandung, Pria Ini Dibekuk Saat Bersembunyi di Rumah Orang Tua

Penangkapan tersangka RH (43) atas dasar laporan korban bersama ibunya di Polres Tapanuli Utara di hari yang sama," ujar Kasi Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing, Senin (26/5/2024).

"Dalam pengakuan korban, ayah kandungnya tersebut telah mencabulinya sejak kelas 3 SD hingga lulus SMA," ungkapnya.

Tentu, korban sudah mawas diri akan mendapatkan perlakuan bejat dari ayahnya.

Ia tidak mau tinggal diam.

Ia bercerita kepada rekan kerjanya perihal apa yang dialaminya.

Rekan kerjanya pun menyampaikan kepada pemilik usaha tersebut.

Selama ini, korban selalu mendapat ancaman manakala buka mulut soal perlakuan bejat tersebut.

Baca juga: Modus Beri Diskon Sewa Sepeda Listrik, Seorang Kakek di Bogor Cabuli 11 Anak

Baca juga: Sudah 145 Negara Akui Negara Palestina, Terbaru Norwegia, Spanyol, dan Irlandia

"Korban selama ini tidak berani melapor karena tersangka selalu mengancam korban manakala buka mulut atau melaporkan kejadian tersebut," sambungnya.

"Terungkapnya kejadian ini dimana korban sedang bekerja di warung makan sehingga ia diminta pulang oleh ayahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved