Sabtu, 11 April 2026

Daftar Hitam AS

Brunei Darussalam Tak Terduga Masuk Daftar Hitam AS, Ternyata Ini Alasan Negeri Paman Sam

Negeri Paman Sam itu memasukkan Brunei Darussalam dalam daftar hitam (blacklist) mereka.

Editor: Jamaluddin
SHUTTERSTOCK 
Ilustrasi Brunei Darussalam. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien. 

AS memasukkan Brunei Darussalam ke daftar hitam (blacklist). Hal itu tertuang dalam laporan tahunan Kementerian Luar Negeri AS pada Juni 2024 lalu. 

PROHABA.CO, WASHINGTON DC – Kabar tak terduga datang dari Amerika Serikat (AS).

Pasalnya, Negeri Paman Sam itu memasukkan Brunei Darussalam dalam daftar hitam (blacklist) mereka.

Lantas, apa alasan AS menetapkan hal itu?

Untuk mendapat jawabannya, Simak penjelasan di bawah ini seperti dikutip dari Kompas.com:

AS memasukkan Brunei Darussalam ke daftar hitam (blacklist). 

Hal itu tertuang dalam laporan tahunan Kementerian Luar Negeri AS pada Juni 2024 lalu. 

Dalam laporan tersebut, negara di Asia Tenggara itu menjadi salah satu negara yang masuk daftar hitam karena kasus perdagangan manusia. 

Dilansir dari Asia Today, Minggu (16/9/2024), AS memasukkan Brunei ke daftar tingkat 3. 

Tingkat ini berisi negara-negara yang tidak melakukan cukup banyak hal untuk memerangi perdagangan manusia dan dapat dikenai sanksi AS atau pengurangan bantuan. 

Brunei dikatakan tidak menghukum pelaku perdagangan manusia selama tujuh tahun berturut-turut. 

Bahkan mengadili atau mendeportasi para korban yang membutuhkan pertolongan. 

“Brunei mempublikasikan upaya untuk menangkap pekerja yang melarikan diri dan mencambuk beberapa dari mereka yang tertangkap,” kata laporan tersebut, merujuk pada perlakuan negara kerajaan kaya minyak itu terhadap para korban. 

Padahal, secara umum, Brunei memiliki hubungan yang baik dengan AS. 

Meski negara mayoritas muslim ini kerap mendapat kecaman karena tetap menerapkan hukuman mati, terutama kepada kaum homoseksual. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved