Jet Tempur
Jet Tempur Mirage 2000, 'Nyawa' Baru Ukraina Hadapi Ketangguhan Rusia, Ini Spesifikasinya
Pada paruh pertama tahun 2025 mendatang, Angkatan Udara Ukraina akan mulai mengoperasikan jet tempur Mirage 2000.
Radar multimode ini menyediakan berbagai kemampuan, termasuk mode udara-ke-udara dan udara-ke-darat, yang memungkinkan pesawat untuk menyerang beberapa target secara bersamaan.
PROHABA.CO – Pada paruh pertama tahun 2025 mendatang, Angkatan Udara Ukraina akan mulai mengoperasikan jet tempur Mirage 2000.
Pesawat tempur buatan Prancis itu akan digunakan Ukraina untuk melawan pasukan Rusia.
Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Sébastien Lecornu, mengatakan, pesawat Mirage 2000 dapat mulai beroperasi di Ukraina pada paruh pertama tahun 2025.
Mengacu pada Menteri Pertahanan Prancis, Kantor berita Rusia, TASS, melaporkan bahwa saat ini pilot Ukraina sedang menjalani persiapan dan pelatihan di sebuah pangkalan kawasan Nancy.
Jet tempur canggih ini menjadi 'nyawa' baru bagi pasukan Ukraina setelah sebelumnya menerima pengiriman F-16 dari 24 jet tempur F-16 Belanda seperti yang dikonfirmasi Menteri Pertahanan Belanda baru-baru ini.
Lecornu menjelaskan bahwa Mirage 2000 yang akan dikirim ke Ukraina akan dilengkapi dengan peralatan canggih, termasuk persenjataan udara-ke-darat.
Namun, ia tidak menjelaskan waktu pengiriman awal, atau apakah pengiriman akan dilakukan dalam satu kali atau beberapa kali.
Sebelumnya pada Juni 2024 lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan dimulainya inisiatif pelatihan bagi pilot Ukraina dan mengindikasikan rencana untuk memfasilitasi pemindahan jet tempur Mirage 2000-5 ke Kiev.
Ia mengantisipasi, pelatihan tersebut akan memakan waktu lima hingga enam bulan, mengisyaratkan bahwa pengiriman pesawat mungkin akan dimulai pada akhir tahun ini.
Menurut publikasi La Tribune de Dimanche seperti dikutip dari Tribunnews.com, Prancis berpotensi menyediakan hingga enam jet tempur bagi Ukraina.
Dalam beberapa bulan terakhir, pembicaraan seputar pengiriman jet tempur Mirage 2000 ke Ukraina sudah mengungkap perpecahan yang signifikan dalam perspektif Eropa dan Rusia.
Negara-negara Eropa, khususnya Prancis, sudah mengambil langkah tegas untuk memberikan dukungan militer kepada Ukraina.
Presiden Emmanuel Macron sudah berjanji mengirimkan jet Mirage 2000 guna memperkuat kemampuan angkatan udara Ukraina, dan menyoroti hal ini sebagai respons penting terhadap agresi Rusia yang sedang berlangsung.
Pejabat Prancis yakin bahwa jet-jet ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan Ukraina, sehingga memungkinkan mereka beroperasi secara efektif di wilayah mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Jet-Tempur-Mirage-2000.jpg)