Tanda Kucing Depresi
Kenali Tanda-tanda Kucing Depresi, Apa Saja?
Sebagai pemilik penting untuk memahami tanda-tanda depresi pada kucing agar dapat memberikan perawatan dan dukungan yang mereka butuhkan.
Penulis: Aisyah Hartin | Editor: Muliadi Gani
PROHABA.CO - Kucing, sebagai hewan peliharaan yang sering dianggap mandiri dan kuat, ternyata juga dapat mengalami depresi.
Kucing memiliki berbagai macam emosi layaknya manusia, kucing memiliki rasa takut, sedih, bahagia, bahkan depresi.
Meskipun terkadang anda kesulitan membedakan kondisi emosi kucing karena ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya yang halus, tetapi bukan berarti kucing tidak memiliki perasaan.
Penting bagi pemilik kucing untuk mengenali kapan sahabat bulu merasa sedih.
Kucing dapat menjadi sedih atau depresi karena berbagai alasan, seperti penyakit, kebosanan, berduka karena kehilangan anggota keluarga atau hewan peliharaan yang terikat dengannya, atau cedera.
Sebagai pemilik penting untuk memahami tanda-tanda depresi pada kucing agar dapat memberikan perawatan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk kembali merasa bahagia dan nyaman.
Berikut beberapa tanda kucing depresi dilansir dari The Spruce Pets.
Petunjuk vokal atau perubahan vokalisasi
Kucing mungkin mengeong lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya.
Ini adalah indikasi sangat jelas bahwa kucing depresi atau merasa tidak bahagia.
Suara-suara yang tidak menyenangkan ini biasanya berupa lenguhan bernada rendah dan sedih.
Dengkuran tidak selalu menunjukkan kebahagiaan.
Kucing depresi mendengkur lebih banyak sebagai cara menghibur dirinya sendiri.
Kucing lain yang biasanya bersuara bisa menjadi pendiam, sementara kucing yang pendiam bisa mengeraskan suaranya.
Baca juga: Ini Penyebab Kucing Suka Mengigit Kabel Peralatan Elektronik di rumah
Bahasa tubuh
Kadang-kadang bahasa tubuh kucing dapat memberi anda petunjuk tentang ketidakbahagiaan sahabat bulu dan ada banyak posisi mata, telinga, bulu, dan tubuh yang dapat mengindikasikan hal ini.
Telinga yang tertahan, ekor terselip, dan bulu berdiri tegak adalah bentuk komunikasi diam yang menunjukkan bahwa kucing mungkin sedang tidak bahagia atau depresi.
Agresi atau ketakutan
Kucing yang depresi cenderung lebih reaktif dan bertingkah laku agresif atau ketakutan.
Jika melihat perubahan perilaku yang menyebabkan kucing takut atau agresif secara tidak normal, ini menjadi tanda kucing depresi.
Bersembunyi dan mengalami perubahan kepribadian
Tanda kucing depresi dapat dilihat dari kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya menarik perhatiannya, menjadi tertutup, dan bersembunyi.
Kucing yang biasanya pendiam dapat menjadi banyak menuntut dan rasa takut pada orang asing yang tampaknya dimiliki banyak kucing dapat meningkat ketika merasa sedih.
Tidur berlebihan
Kucing biasanya banyak tidur, tetapi kucing yang sedih atau tertekan akan tidur lebih banyak lagi.
Jika ada perubahan lokasi tempat tidur siang favoritnya, ini juga bisa menjadi tanda kucing depresi, terutama jika tempat yang baru tersembunyi atau tidak terlihat.
Perawatan buruk atau perubahan dalam perawatan
Ini bisa menjadi tanda kucing depresi dan memiliki kesehatan yang buruk.
Kucing yang merasa tidak enak badan atau tertekan sering berhenti melakukan perawatan sehingga bulunya terlihat tidak terawat.
Baca juga: Unggahan Larangan Memberi Makan Nasi ke Kucing Viral di Medsos, Ini Bahayanya Menurut Dokter Hewan
Tidak makan atau perubahan nafsu makan
Jika kucing berhenti makan atau Anda melihat perubahan nafsu makan yang tiba-tiba, sahabat bulu mungkin tidak senang akan sesuatu.
Kucing yang depresi mungkin tidak mau makan makanan yang sebelumnya mereka sukai, bahkan kehilangan minat terhadap makanan favoritnya.
Menyemprot atau mengubah kebiasaan di kamar mandi
Kucing depresi mungkin menggunakan aroma mereka sendiri untuk merasa lebih baik dengan buang air kecil di tempat yang tidak semestinya.
Ada banyak alasan kucing kencing sembarangan, termasuk depresi, stres, dan sedih.
Kucing mungkin buang air kecil di area yang bernilai tinggi, seperti kamar tidur Anda atau tempat di mana aroma hewan peliharaan yang telah meninggal atau manusia yang hilang masih tersisa untuk menyebarkan aroma mereka sendiri.
Selain itu, jika kucing peliharaan mengotori tanah di luar kotak kotorannya, hal ini patut diwaspadai.
Menggaruk berlebihan
Tanda kucing depresi adalah menggaruh berlebihan.
Jika kucing depresi atau tertekan, akan mulai menggaruk perabot atau benda lain lebih sering daripada biasanya untuk menghilangkan stres sekaligus menandai wilayahnya.
(Penulis merupakan mahasiswi intership dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh)
Baca juga: Kucing Peliharaan Anda Sering Pergi dari Rumah? Ini Sebabnya dan Simak Cara Mengatasi Hal Tersebut
Baca juga: Berikut Tujuh Ras Kucing Peliharaan Paling Pintar, Ini Daftarnya dan Kelebihan Mereka Masing-Masing
Baca juga: Reaksi Kucing Terhadap Interaksi Manusia dengan Anak Kucing
Artikel ini telah tayang dengan judul "Jangan Abai, Ini 9 Tanda Kucing Depresi"
Update berita lainnya di Prohaba.co dan Google News
| Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Naik Drastis Mulai 18 April 2026 |
|
|---|
| Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim, PT Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025 |
|
|---|
| Clara Shinta Gugat Cerai Suami Usai Dugaan VCS Terbongkar, Ngaku Masih Cinta Tapi Terluka |
|
|---|
| Organisasi Arsitek Dunia Pilih Aceh untuk Penyelenggaraan Konferensi Internasional |
|
|---|
| Petani di Aceh Jaya Tewas Tersambar Petir saat Berteduh di Pondok Sawah, Tinggalkan Dua Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Kucing-Sedih.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.