Pengolahan Sampah Kelapa
Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim, PT Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025
Program berbasis ekonomi sirkular yang dijalankan bersama dengan komunitas Bank Sampah Generasi Milenial
Ringkasan Berita:
- PT Solusi Bangun Andalas berhasil mengolah sampah kelapa hingga 60 ton per bulan di kawasan pesisir Lhoknga, Aceh Besar melalui program Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera (Sakeladera)
- Program berbasis ekonomi sirkular yang dijalankan bersama dengan komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil)
- Program itu mengantar PT Solusi Bangun Andalas meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia
PROHABA.CO, ACEH BESAR – PT Solusi Bangun Andalas berhasil mengolah sampah kelapa hingga 60 ton per bulan di kawasan pesisir Lhoknga, Aceh Besar, melalui program Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera (Sakeladera).
Program berbasis ekonomi sirkular yang dijalankan bersama dengan komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) ini, mengantar Perusahaan meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
PROPER atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Penghargaan yang dianugerahkan kepada PT Solusi Bangun Andalas, menandakan kinerja pengelolaan lingkungan yang dijalankan oleh Perusahaan telah melampaui kepatuhan (beyond compliance), termasuk efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pemberdayaan masyarakat.
Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, menggaris bawahi bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara inovasi operasi dan pemberdayaan komunitas.
“PROPER Hijau ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan energi dan penurunan emisi di pabrik, hingga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat.
Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata,” ujar Edi Sarwono.
Sebelum Program Sakeladera dijalankan, sampah kelapa di wilayah pesisir sebagian besar dibakar atau dibiarkan membusuk, yang berkontribusi terhadap emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan.
Di sisi lain, peternak setempat menghadapi tingginya biaya pakan yang mencapai Rp48 juta per bulan akibat ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Melalui program Sakeladera, sampah kelapa diolah menjadi cocopeat (serbuk halus dari sabut kelapa) sebagai alternatif campuran pakan ternak.
Inovasi ini mampu menekan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Produk cocopeat juga telah lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri terkait kandungan kalsium dan protein.
Dalam implementasinya, Solusi Bangun Andalas memberikan dukungan berupa pendampingan secara berkelanjutan, penyediaan sarana produksi, serta penguatan kelembagaan masyarakat, sehingga mampu membangun ekosistem usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Operasional program ini pun telah menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dengan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5. Artinya, setiap Rp1 investasi, menghasilkan Rp2,5 manfaat bagi masyarakat.
Kini, timbulan sampah kelapa telah mengalami penurunan menjadi 20–24 ton per bulan. Muhammad Ikhsan, salah satu warga penerima manfaat program, menyampaikan bahwa perubahan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat.
PT Solusi Bangun Andalas (SBA)
PT SBA
Komunitas Bank Sampah Generasi Milenial
Basagemil
PROPER
Direktur PT Solusi Bangun Andalas
Edi Sarwono
PROPER Hijau
Kementerian Lingkungan Hidup
Program Sakeladera
Program Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera
Berita Aceh Besar
Harian Prohaba
Prohaba.co
| Clara Shinta Gugat Cerai Suami Usai Dugaan VCS Terbongkar, Ngaku Masih Cinta Tapi Terluka |
|
|---|
| Organisasi Arsitek Dunia Pilih Aceh untuk Penyelenggaraan Konferensi Internasional |
|
|---|
| Petani di Aceh Jaya Tewas Tersambar Petir saat Berteduh di Pondok Sawah, Tinggalkan Dua Anak |
|
|---|
| Pasca Banjir, Bank Aceh Tetap Tumbuh, Aset Tembus Rp29,89 Triliun |
|
|---|
| Bupati Haili Yoga Lepas Ekspor 19,2 Ton Kopi Gayo ke Inggris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/TERIMA-PROPER-HIJAU-DARI-KLH.jpg)