Sabtu, 11 April 2026

Pisang Ditempel Lakban

Karya Seni Pisang Ditempel Lakban Terjual Rp 98, 6 Miliar 

pisang ditempel lakban di dinding karya seniman asal Italia, Maurizio Cattelan, laku terjual seharga US$6,2 juta atau setara Rp98,6 miliar

Editor: Muliadi Gani
BBC Indonesia
Karya seni pisang ditempel lakban laku terjual Rp98 miliar, seniman dapat berapa? 

PROHABA.CO, NEW YORK - Karya seni yang sempat menggemparkan dunia berupa pisang yang direkatkan ke dinding dengan lakban karya seniman asal Italia Maurizio Cattelan terjual hampir Rp 100 miliar di rumah lelang Sotheby’s di New York, Amerika Serikat.

Instalasi seni berupa pisang ditempel lakban di dinding karya seniman asal Italia, Maurizio Cattelan, laku terjual seharga US$6,2 juta atau setara Rp98,6 miliar di balai lelang Sotheby’s, New York, Amerika Serikat. 

Sotheby’s menyatakan pengusaha mata uang kripto asal Cina, Justin Sun, mengalahkan enam pesaing lainnya dalam mendapatkan instalasi seni berjudul “Comedian” itu pada Rabu (20/11/2024).

“Dalam beberapa harimendatang, saya pribadi akan memakan pisang itu sebagai bagian dari pengalaman unik artistik,” kata Sun. Meski demikian, kecil kemungkinan pisang yang ditampilkan di balai lelang Sotheby’s akan tetap segar untuk disantap—walaupun disimpan di dalam kulkas.

Yang akan dimakan Sun dalam beberapa hari mendatang adalah pisang pengganti.

Setelah selesai melunasi pembayaran karya seni tersebut, Sun akan mendapat instruksi tertulis cara cara memajang pisang dan cara mengganti pisang jika mulai busuk.

Instruksi setebal 14 halaman itu dilengkapi berbagai diagram yang disusun oleh seniman penciptanya, Maurizio Cattelan.

Baca juga: Celana Tinju Muhammad Ali Dilelang Rp 95 Miliar, Dipakai dalam Laga Legendaris di Manila

Sang seniman telah menyerahkan instruksi serupa kepada semua kolektor pisang dilakban, termasuk Museum Solomon R. Guggenheim— yang menerima versi “Comedian” dari donatur tak bernama beberapa tahun lalu.

Lena Stringari, kepala konservator Guggenheim saat itu, mengatakan instruksinya mudah diikuti.

Antara lain mengganti pisang setiap tujuh hingga 10 hari dan menempelkannya sekitar 1,7 meter di atas permukaan tanah.

Kolektor juga harus menyediakan gulungan lakban berwarna perak. 

Bagaimana jika pisang itu dimakan? Tidak masalah. Bahkan, pisang karya seni itu sudah pernah dimakan dua kali.

Pada 2023, seorang mahasiswa seni Korea Selatan memakan pisang karya seni tersebut saat dipajang di Museum Seni Leeum di Seoul.

Pihak museum kemudian mengganti pisang yang dimakan dengan pisang baru di lokasi yang sama, sebut laporan media setempat.

Empat tahun sebelumnya, seorang seniman menarik pisang dari tembok dan menyantapnya setelah karya seni itu laku terjual US$120.000 (Rp1,9 miliar) di Miami, AS. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved