Kesehatan
Orang Indonesia Malas Jalan Kaki, Mengapa? Ini Alasannya
masyarakat Indonesia menjadi penduduk yang paling malas jalan kaki bukan hal yang mengejutkan lagi, namun ada beberapa alasan yang menyebabkan hal ini
Penulis: Cut Bintu Jabbabirah | Editor: Jamaluddin
Di beberapa negara terbesar di dunia yang melibatkan data langkah kaki dari 717.000 orang, menunjukkan bahwa rata-rata orang Indonesia hanya melangkah 3.513 langkah per hari. Jumlah ini jauh berada di bawah rata-rata dunia yaitu 5.000 langkah setiap hari.
PROHABA.CO - Orang Indonesia adalah orang yang paling malas jalan kaki.
Hal itu diketahui berdasarkan hasil penelitian Universitas Stanford.
Dikutip dari akun instagram kulturdomestik, Universitas Stanford melakukan aktivitas yang memetakan aktivitas fisik di 111 negara.
Di beberapa negara terbesar di dunia yang melibatkan data langkah kaki dari 717.000 orang, menunjukkan bahwa rata-rata orang Indonesia hanya melangkah 3.513 langkah per hari.
Jumlah ini jauh berada di bawah rata-rata dunia yaitu 5.000 langkah setiap hari.
Namun, ini bukan Hal yang aneh bagi orang Indonesia sendiri.
Di balik masalah ini semua, pasti ada alasan mengapa orang Indonesia malas jalan kaki.
Berikut beberapa alasannya:
1. Fasilitas pejalan kaki
Di Indonesia memiliki trotoar yang sempit, rusak, dan jalanan yang ramai kadang-kadang atau sering dipakai untuk parkir atau berdagang.
Hal ini berbeda dengan negara Eropa yang mana memiliki kota yang ramah pejalan kaki dengan atraksi wisata yang dekat dan fasilitas pedestrian yang memadai.
Kota-kota seperti di Italia, Inggris, Finlandia, Swedia, Norwegia, dan Latvia, menawarkan pengalaman berjalan kaki yang menyenangkan dengan destinasi wisata menarik.
Kota lain seperti di Spanyol, Turkiye, Yunani, Jerman, Portugal, dan Estonia, yang juga memiliki infrastruktur yang mendukung aktivitas berjalan kaki dengan trotoar yang luas dan nyaman.
Di Eropa sendiri, fasilitas untuk pedestrian juga sangat ramah di mana ada beberapa tempat atau kawasan yang bebas dari kendaraan dan trotoar yang nyaman, sehingga pedestrian merasa nyaman.
Hal ini berbeda dengan Indonesia.
Kurangnya ruang publik yang aman dan nyaman untuk pejalan kaki.
Kira-kira kalau ini permasalahannya, apakah masyarakat Indonesia yang harus disalahkan?
2. Polusi udara
Di Indonesia, polusi udara disebabkan oleh banyak hal seperti kendaraan bermotor, pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi di kendaraan bermotor menghasilkan emisi gas buang, seperti karbon monoksida (CO) , pembangkit listrik, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan bahan bakar batubara merupakan sumber utama pencemaran udara di Indonesia.
Industri: pabrik-pabrik, dan fasilitas industri menghasilkan polutan melalui proses pembakaran dan produksi.
Pertanian: Penggunaan pestisida untuk pertumbuhan tanaman dapat mencemari udara.
Pembakaran hutan dan lahan dapat menjadi sumber polusi udara.
Pembakaran sampah rumah tangga dan limbah berkontribusi terhadap polusi udara.
Aktivitas domestik seperti penggunaan pemanas ruangan dan energi yang digunakan untuk memasak di rumah tangga berkontribusi terhadap polusi udara.
Pertambangan dan penggalian, polutan yang dihasilkan terutama adalah debu.
Polusi udara dapat bersumber dari aktivitas manusia maupun secara alamiah.
Polusi udara juga dapat berupa polutan primer atau polutan sekunder.
Karena Udara yang penuh dengan asap kendaraan, debu, dan partikel polutan lain, semakin membuat orang Indonesia malas berjalan kaki.
Sedangkan di Eropa, seperti dikutip dari European Environment Agency, mereka sudah mengajukan 'Kesepakatan Hijau Eropa' sebagai prioritas pertama dari Ursula von der Leyen, Presiden terpilih Komisi Eropa.
Agenda ini mencakup tujuan menjadikan Eropa sebagai benua netral iklim pertama, memastikan transisi yang adil, dan bergerak menuju nol polusi dengan mengajukan 'strategi lintassektoral untuk melindungi kesehatan warga dari kerusakan dan polusi lingkungan, mengatasi kualitas udara dan air, bahan kimia berbahaya, emisi industri, pestisida, serta pengganggu endokrin' sebagai prioritas pertama pedoman politiknya untuk komisi yang baru.
3. Budaya berkendara
Orang Indonesia memiliki gaya hidup yang serbacepat dan ketergantungan pada teknologi yang mana gaya hidup ini semakin mendukung gaya hidup malas jalan kaki.
Masyarakat terbiasa menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian, bahkan untuk jarak dekat.
Dilansir dari Kompas.id, yang memperlihatkan foto-foto sudut kota tua Krakow, Polandia pada 13 Juli 2022 yang mana memperlihatkan trotoar lebar ikut mendukung kebiasaan warga Krakow dan banyak kota lain di Eropa untuk berjalan kaki.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa cuaca, kemudahan tranportasi publik, dan jarak tempat tinggal dengan aneka bangunan penyedia berbagai kebutuhan, sangat berdampak pada kebiasaan orang berjalan kaki.
4. Menghindari Panasnya Matahari
Masyarakat Indonesia sangat menghindari cahaya matahari atau teriknya panas matahari yang akan membuat kulitnya hitam dan kusam.
Perbedaan suhu iklim pun juga dapat mempengaruhi minat pejalan kaki di Indonesia.
Suhu iklim yang dimiliki Indonesia sangat jauh berbeda dengan negara lain, terutama negara Eropa yang suhunya lebih didominasi oleh dingin.
Walaupun negara-negara di Eropa juga memiliki iklim panas, tapi tak sebanding dengan panasnya suhu di Indonesia.
Ketika berjalan kaki, sebagian masyarakat Indonesia menggunakan payung untuk menjaga kulitnya tidak hitam karena masyarakat Indonesia sendiri sangat menyukai kulit mereka tetap putih. (Penulis adalah mahasiswa internship dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala)
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
| Bahaya Ikan Sapu-Sapu bagi yang Memakannya, Bisa Picu Kanker hingga Kerusakan pada Ginjal |
|
|---|
| Cegah Dehidrasi Saat Puasa, Ini 5 Minuman yang Cocok Dikonsumsi |
|
|---|
| 7 Manfaat Pisang Saat Berbuka Puasa, Energi Cepat Pulih dan Jaga Kesehatan Jantung |
|
|---|
| 6 Manfaat Berbuka Puasa dengan Minum Air Kelapa, Apa Saja? |
|
|---|
| Waspadai! Ada Pedagang Menggunakan Bahan Ikan Sapu-Sapu di dalam Siomay, Berikut Cara Mengenalinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Indonesia-tidak-memiliki-fasilitas-yang-nyaman-dan-mendukung-untuk-masyarakat-pejalan-kaki.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.