Gerebek Warung Domino, Wakil Walikota Nyaris Dipukul
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, nyaris dipukul oleh istri pemilik warung di Batoh, Kecamatan Luengbata, saat
BANDA ACEH - Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, nyaris dipukul oleh istri pemilik warung di Batoh, Kecamatan Luengbata, saat menggerebek gerai kopi yang menyediakan permainan domino. Penggerebekan dimaksud dilakukan Sabtu (3/11) malam, karena keberadaannya meresahkan masyarakat.
Pangkal peristiwa itu ketika Illiza bersama tim amar makruf nahi mungkar menggerebek warung yang digunakan oleh beberapa warga untuk main domino di seputaran Jalan TM Hasan, Banda Aceh. Saat menggerebek salah satu warung domino yang menyediakan puluhan meja khusus untuk bermain domino itu, diwarnai perlawanan dari pemilik warung.
Saat itulah, istri pemilik warung nyaris memukul Illiza. Sebab, Wakil Wali Kota itu telah membubarkan pemain domino di tempatnya. Namun, aksi itu sempat dicegah oleh tim yang amar amar ma’aruf nahi mungkar.
Selain menyita puluhan set batu domino, tim yang diikuti Camat, Kapolsek, Koramil, Kepala Mukim, Kepala Desa, dan Sekda Kota T Saifuddin itu juga menemukan botol minuman keras di warung tersebut.
“Selama ini banyak pengaduan dan keluhan dari masyarakat, terutama ibu-ibu terhadap keberadaan warung kopi yang menyediakan fasilitas permainan domino. Atas kesepakatan perangkat desa, mulai saat ini tidak boleh ada lagi domino di daerah ini,” kata Illiza di Banda Aceh, Minggu (4/11).
Menurutnya, permainan domino itu lebih banyak mudharat dari pada manfaatnya. Bahkan, tidak sedikit warga yang menggunakan untuk berjudi.
Penggerebakan dimaksud sempat menjadi tontonan warga. Para pengguna jalan yang tengah melintas ke arah Terminal Batoh atau sebaliknya, berkumpul di perempatan Jalan TM Hasan. Mereka melihat tim amar makruf nahi mungkar membubarkan orang-orang yang bermain domino. Bahkan, jalan itu macet untuk beberapa saat karena banyaknya warga yang berada di depan warung dan di pinggir jalan.
Sebelumnya, Illiza dan tim amar makruf nahi mungkar juga mendatangi rumah kost mahasiswi yang diduga sering dikunjungi nonmuhrim hingga larut malam. Illiza memberikan pemahaman kepada pelajar dan mahasisiwi pendatang yang mengontrak rumah, agar menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat di tempat tinggalnya.
Ia juga meminta para mahasiswa dari luar daerah yang menempuh pendidikan di Banda Aceh, menghormati syarait Islam dan membantu pemerintah mewujudkan “Kota Madani”.
Pada kesempatan itu, Illiza juga mengatakan, Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, merupakan desa pertama yang telah mengukuhkan tim amar makruf nahi mungkar, sebagai upaya menegakkan syariat Islam di ibukota Provinsi Aceh itu. “Kami berharap seluruh desa di Banda Aceh segera membentuknya,” pinta Illiza.
Tim amar makruf nahi mungkar diharapkan dapat berperan aktif menyosialisasikan penegakan syariat Islam, sehingga visi-misi Pemko Banda Aceh mewujudkan “Kota Madani” dapat terwujud.
Tim dipimpin kepala desa beserta tokoh masyarakat dan agama itu diharapkan dapat memberikan dakwah kepada warga yang belum memahami syariat Islam. “Saya harap jangan hanya bapak dan ibu-ibu yang tergabung dalam tim ini. Namun para remaja juga harus menjadi barisan terdepan menegakkan agama Allah SWT,” katanya.
Ia juga mengatakan, tim untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Madani itu harus secara rutin memberikan dakwah agama ke rumah maupun kost atau kontrakan di desa itu. “Selama ini banyak kelompok ingin merusak generasi kita dengan ajaran sesat dan pendangkalan aqidah. Sudah saatnya kita bangkit untuk menegakkan agama Allah,” imbuhnya.(swa/aza/ant)