Berita Nagan Raya
Bagaimana Cara Mengukur Profesionalitas Seseorang dalam Bekerja?
"Alhamdulillah, hingga saat ini saya belum merasa kesulitan yang paling besar. Jika pun sulit, selalu ada tim I&C dan atasan yang mendampingi ...
PROHABA.CO, SEPERTINYA pertanyaan ini bisa digambarkan oleh seorang profesional muda bernama Ikrar Mulia.
Wanita berusia 34 tahun ini telah berhasil menunjukkan dedikasinya dalam bidang teknologi sebagai personel bagian Instrument and Control (I&C) departemen Technical and Maintenance di perusahaan Meulaboh Power Generation (MPG).
Perusahaan ini ialah perusahaan investasi Tiongkok yang mambangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3&4 di Gampong Suak Puntong, Kuala Pesisir, Nagan Raya.
Di tahun 2022, Ikrar berhasil menyelesaikan pendidikan di universitas kenamaan di Banda Aceh dengan jurusan yang sejalan dengan pekerjaannya sekarang.
Usai bergabung dengan perusahaan, Ikrar Mulia telah menjadi bagian integral dalam memastikan keberlanjutan operasional dengan menginspeksi seluruh online analyzer di lokasi proyek.
Tugasnya meliputi mengkalibrasi online analyzer, mengganti resin pada sensor conductivity, dan memperbaiki berbagai peralatan lainnya, seperti alat ukur tekanan dan level air.
"Alhamdulillah, hingga saat ini saya belum merasa kesulitan yang paling besar. Jika pun sulit, selalu ada tim I&C dan atasan yang mendampingi untuk membantu," ujar Ikrar, mencerminkan semangat positif dalam menghadapi tantangan.
Dalam perjalanannya, Ikrar mengakui bahwa pekerjaannya telah memberikan banyak ilmu dan pelajaran.
"Di sini, saya temui bahwa teknologi tidak pernah habis untuk dipelajari. Ada saja hal-hal baru, peralatan baru yang harus dipahami. Semua dikendalikan dengan teknologi terupdate," tambahnya.
Meski menghadapi kemajuan teknologi yang pesat, Ikrar menilai bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan tim dan atasan.
"Saya akan selalu bekerja keras untuk memberikan yang terbaik untuk perusahaan MPG. Saya memiliki rasa ingin belajar yang tinggi hingga saat ini," ungkapnya dengan tulus.
Menariknya, Ikrar juga menunjukkan kemampuannya dalam berkomunikasi.
Selain bahasa Inggris, ia juga sudah mempelajari bahasa Mandarin, terutama dalam penyebutan angka, ukuran, dan nama-nama alat ukur seperti tekanan, suhu, dan level.
“Pokoknya yang gampang-gampang lah," ujarnya sambil tersenyum.
Ikrar Mulia adalah contoh inspiratif dari generasi muda yang tidak hanya beradaptasi dengan kemajuan teknologi, tetapi juga berkomitmen untuk terus belajar demi memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan tempatnya berkarya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Mulia.jpg)