Berita Banda Aceh
Sampaikan LKPJ 2025, Mualem Tekankan Sinergi dan Pembangunan Berkelanjutan di Aceh
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Tahun 2026 di Gedung DPRA Senin (6/4/2026).
Ringkasan Berita:
- Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) menghadiri Rapat Paripurna DPRA tahun 2026.
- Agenda utama: penyampaian LKPJ Tahun Anggaran 2025 dan pembentukan Pansus LKPJ.
- LKPJ disebut sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah serta bahan evaluasi bersama legislatif.
- Capaian pembangunan 2025 merupakan hasil kerja sama pemerintah, DPR Aceh, dan masyarakat.
PROHABA.CO,BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Tahun 2026 di Gedung DPRA, Senin (6/4/2026).
Agenda rapat meliputi penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025 serta pembentukan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ.
Dalam penyampaiannya, Mualem menegaskan bahwa LKPJ merupakan bentuk akuntabilitas Pemerintah Aceh atas penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan selama tahun anggaran 2025.
Dokumen tersebut juga menjadi bahan evaluasi bersama antara eksekutif dan legislatif guna meningkatkan kualitas pembangunan ke depan.
Ia menyebut, capaian pembangunan Aceh sepanjang 2025 merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, mulai dari DPR Aceh, Forkopimda, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan sinergi dan pengawasan bersama.
Dari sisi keuangan, realisasi pendapatan daerah tercatat lebih dari Rp10,69 triliun atau sekitar 100,07 persen dari target.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai lebih dari Rp10,61 triliun atau sekitar 95,07 persen.
Pada indikator makro, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh meningkat dari 75,36 pada 2024 menjadi 76,23 pada 2025.
Persentase penduduk miskin juga menurun dari 14,23 persen menjadi 12,23 persen, meskipun berpotensi kembali meningkat akibat dampak bencana.
Tingkat pengangguran terbuka turut mengalami penurunan dari 5,75 persen menjadi 5,64 persen.
Selain itu, berbagai program strategis terus dijalankan, seperti pembangunan rumah layak huni, peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, pemberian beasiswa kepada puluhan ribu siswa, serta pembiayaan jaminan kesehatan bagi lebih dari 1,7 juta masyarakat Aceh.
Di sektor ekonomi, Pemerintah Aceh mencatat realisasi investasi lebih dari Rp9 triliun serta peningkatan aktivitas ekspor yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Mualem menegaskan, seluruh program pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan pelayanan publik, pemberdayaan, serta peningkatan daya saing daerah secara berkelanjutan.
| Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PAN-RB |
|
|---|
| Propam Polda Aceh Periksa Oknum Polisi Terkait Penangguhan Kasus Khalwat |
|
|---|
| BMKG Peringatkan Gelombang Hingga 2,5 Meter di Sejumlah Perairan Aceh, Nelayan Diminta Waspada |
|
|---|
| Warga Peunayong Geger, Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Toilet Masjid |
|
|---|
| Pria di Banda Aceh Ditangkap Usai Aniaya Mantan Pacar dengan Pisau Kerambit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/WhatsApp_Image_2026-04-07_at_10_39_39jpeg.jpg)