Selasa, 12 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumut

Banjir dan Longsor Melanda Sumatera Utara, 8 Warga Meninggal dan Ribuan Mengungsi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kondisi terbaru mengenai banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan  
BANJIR BANDANG - Banjir bandang di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Selasa (25/11/2025). Ada tiga desa diterjang banjir bandang di lokasi, Huta Godang, Garoga dan Aek Ngado. Bencana banjir dan tanah longsor melanda empat kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir dan tanah longsor melanda empat kabupaten di Sumatera Utara (Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan), menewaskan 8 orang, melukai 58, dan membuat 2.851 warga mengungsi.
  • Penyebab bencana: Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B meningkatkan hujan ekstrem.
  • BNPB dan BPBD bekerja sama menanggulangi bencana, membersihkan material longsor, mendirikan tenda pengungsian, serta mengimbau warga untuk waspada.

 

PROHABA.CO -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kondisi terbaru mengenai banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut).

BNPB mengungkapkan ribuan rumah warga rusak sehingga warga harus mengungsi ke tempat aman.

Bencana banjir dan tanah longsor melanda empat kabupaten di Provinsi Sumatera Utara pada Senin (24/11/2025) dan Selasa (25/11/2025), akibat cuaca ekstrem yang terjadi bertubi-tubi.

Kabupaten yang terdampak meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat delapan korban meninggal dunia, 58 luka-luka, dan 2.851 warga terpaksa mengungsi di Kabupaten Tapanuli Selatan saja.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, “Selain korban jiwa, peristiwa ini juga mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat di sejumlah wilayah.”

BNPB terus melakukan pendataan dan bekerja sama dengan BPBD serta tim gabungan untuk menanggulangi dampak bencana.

Dampak Banjir dan Longsor di Sibolga

Di Kabupaten Sibolga, hujan deras selama lebih dari dua hari memicu banjir dan tanah longsor di beberapa kelurahan.

Wilayah terdampak banjir meliputi Kelurahan Angin Nauli (Kecamatan Sibolga Utara), Kelurahan Aek Muara Pinang dan Aek Habil (Sibolga Selatan), serta Kelurahan Pasar Belakang dan Pasar Baru (Sibolga Kota). Arus banjir cukup deras, menyeret kendaraan, lumpur, batang pohon, puing bangunan, dan sampah rumah tangga.

Untuk tanah longsor, lokasi terdampak mencakup Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, dan Sibual-buali (Kecamatan Sibolga Utara); Kelurahan Parombunan dan Aek Mani (Sibolga Selatan); serta Kelurahan Pancuran Bambu, Pancuran Dewa, dan Pancuran Kerambil (Sibolga Sambas).

Selain itu, Kelurahan Pasar Belakang, Pasar Baru, dan Pancuran Gerobak di Kecamatan Sibolga Kota juga terdampak.

Satu warga dilaporkan luka-luka dan telah mendapatkan perawatan tim medis.

Kerugian material sementara tercatat mencakup tiga unit rumah dan satu ruko, serta terganggunya beberapa akses jalan, yang membuat mobilisasi warga terbatas.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Nduga Papua Pegunungan, 23 Orang Dilaporkan Hilang

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved